Teruntuk Ibuku

Baladena.ID/Istimewa

Dua puluh tahun berlalu

Tulus pengorbananmu tak henti-hentinya ditelan waktu

Kau bagai pelita yang benderang dalam dalamnya Malam

Kau bagai mentari yang tulus ikhlas menerangi semesta ini

Bacaan Lainnya

 

Bu, aku tahu

Dua puluh tahun merawatku pasti tak lepas dari pilu

Kau rela jatuh bangun demi gurutan senyuman di wajahku, anakmu

Jika aku teringat semua pengorbananmu

Tak sanggup aku membendung air mataku

Justru makin deras membanjiri pipiku

 

Kini, jarak sedang tak bersahabat

Terbentang dan membuatku kehilangan peluk hangat

Tapi, aku tak peduli itu

Masih ada waktu yang akan membuat kita bahagia dalam temu

 

Terima kasih, Tuhan

Aku bersyukur terlahir dari bidadari dunia yang kau ciptakan

Bidadari yang tak pernah mengajarkanku untuk menyalahkan

Meski pada keadaan

Bidadari yang selalu mengajarkanku bersyukur di setiap waktu atas butiran-butiran nikmat-Mu

Bidadari yang tak pernah lelah mengobarkan api semangatku saat putus asa melandaku

 

Maafkan aku, Bu

Aku belum bisa melukis senyum terindah di dunia ini di wajahmu

Tapi, asal Ibu tahu, sekarang aku sedang mengusahakan

 

Selamat ulang tahun, Ibu

Semoga berkah selalu ada dalam setiap langkah

Semoga Tuhan semakin sayang

 

Semarang, 18 April 2020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *