Cinta. Sebuah kata yang mempunyai kekuatan luar biasa, sehingga mampu mengubah manusia 180 derajat. Tidak ada yang tahu kapan dan dengan siapa manusia akan terjatuh dalam lingkaran percintaan. Seperti aku yang pernah tak sengaja bertemu sosok dirimu yang sedikit pun tak pernah terbias dalam akalku. Pertemuan ini tak pernah sekali pun kukira. Sungguh luar biasa Sang Maha Hebat yang selalu membuat skema rencana yang tak mampu dinalar manusia.
Soal temu, kita berdua sama-sama tak pernah berencana. Karena Tuhan membatinkan sketsa-Nya. Tujuannya tidak lain adalah agar kita sebagai sahaya-Nya lebih kuat, hebat, dan sabar dalam menjalankan skrip Tuhan dan membangung istana mimpi yang tinggi, megah menjulang menembus burmantara.
Ada satu pertanyaan yang akan kuajukan kepadamu. Soal jumpa dan kama, sebenarnya bukanlah bagian dari jutaan doa yang kusuratkan kepada Tuhan secara radikal. Entah apa tujuan Dia mempertemukan kita berdua? Sampai saat ini pertanyaan itu masih ku telusuri. Tapi mau tidak mau, dosa jika ku tak percaya bahwa apa yang Tuhan lakukan itu hanya sekadar iseng belaka.
Pasti ada tujuan dan sebab yang istimewa. Sebagaimana juga aku yang menjumpaimu di waktu kekosongan memegang kendali penuh atas hatiku yang diakibatkan perginya secercah cahaya yang sempat kudamba. Pada saat itu, kamu menyelinap memasuki alur ceritaku. Dan sungguh di luar dugaan, kedatanganmu memaksa pengendaliaan hatiku oleh kehampaan mengibarkan berdera putih tanda menyerah. Sungguh brutal seranganmu. Kamu menyerang tanpa ampun, sistem demi sistem, agenda demi agenda, program demi program.
Kita berdua tak pernah tahu bagaimana perasaan orang. Tapi sejauh ini yang ku tahu, ku tak mau dirimu berlalu. Aku tak pernah rela ada yang menggenggammu selain tanganku. Persetan dengan keegoisan. Karena cinta yang tidak egois adalah cinta tak berguna. Memang aku hanya punya keberanian menulis kata-kata untuk merepresentasikan sebuah rasa yang entah bermakna atau tidak. Berguna atau sia-sia. Sekadar pendapat yang gila, bahwa untuk melawan kecemburuan ketika dirimu bersamanya tidak semudah mengucapkan “hahahaha”
Ternyata mencintaimu tak butuh waktu. Mungkin karena itu juga aku secara radikal, brutal dan terang-terangan memintamu kepada Tuhanku. Padahal, jika diulik lebih dalam, skenario akhir mengatakan bahwa “Kita tidak mungkin bisa bersatu”. Perlu kamu tahu, hatiku selalu berkecamuk mengibaskan pedang di kala hatiku yang ingin memperjuangkanmu harus walkout sedangkan kamu membantu orang yang memperjuangkanmu.
Tujuh belas. Nomor yang menyimpan tumpukan-tumpukan memori yang tak bisa diputar ulang. Tiga tahun setelah sungguh waktu yang begitu cepat. Aku meresa baru kemarin kita bertemu walaupun pertemuan kita diwarnai permusuhan sampai pemblokiran. Tapi perlu diakui bahwa itu sungguh hari-hari yang indah. Aku memang mencintaimu, tapi ada hati yang jauh lebih mampu membuatmu menyerahkan seluruh isi hatimu dengan sukarela. Sosok yang selalu mendukung dan memberimu nasihat di kala dirimu terpuruk atau diterjang permasalahan.
Oke. Ku akan mengulangi lagi bahwa aku mencintaimu walaupun kini dengan cara yang berbeda. Dan ku tak lagi memperjuangkanmu, menyerah walaupun dedaunan belum dilengkungkan. Walaupun medan pertarungan masih berjalan. Ini yang perlu kamu ketahui bahwa kehadiranmu telah mengubah hidupku. Kamu mengingatkan dan menyadarkanku untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik karena ada orang-orang yang telah menunggu diriku berjalan dengan kesuksesan yang sempat hilang dari nalarku.
Bukan aku tidak mempermasalahkan soal kepergian. Tapi lebih baik aku merelakanmu pergi dibanding harus susah setengah mati mengejarmu yang lari bersama dia. Aku ingin berpesan kepadamu bahwa jika kamu telah memilih dia saat ini, jangan sampai kamu membuatnya kecewa. Karena datang untuk kedua kalinya dengan cinta yang sama itu adalah sebuah penghinaan diri. Aku tidak akan. Aku akan menemuimu suatu saat nanti tapi bukan sebagai seorang yang ingin memintamu, melainkan sebagai sahabat yang menyimpan jutaan cinta yang berdebu karena harus terpaksa dimatikan.
Angka 17 selalu dinantikan oleh banyak orang dan dipenuhi gegap gempita yang berhiaskan lilin-lilin unik dan sahut-sahutan orang-orang yang berterompetan. Tapi tidak dengan denganku. Angka 17 bagiku menyimpan banyak cinta dan cita, suka dan duka, aku kamu dan dia.
Oleh: Simond







