Media sosial (Medsos) punya sisi paradoks: memberi manfaat positif sekaligus berdampak negatif. Pada pandemi Covid-19, hoaks bertebaran di medsos. Namun, di sini pula, publik menemukan banyak hal menarik dan inspiratif. Media sosial dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dll. Banyak orang memilih untuk berdiam saja dirumah dan memilih untuk berkarya dirumah.
Dengan adanya pandemik covid 19 ini masyarakat dewasa ini menjadi sangat kreaftif dalam berbagai bidang. Banyak pedagang kecil bermunculan, dan yang paling berdampak ialah pada sistus sosmed yang belakangan ini menjadi sarana mengumpulkan pundi – pundi uang. Disamping banyaknya pengangguran bermunculan tetapi banyak juga yang kreatif berkarya.
Youtube misalnya, media sosial ini dapat mendatangkan pundi uang bagi orang yang memiliki subcrebser yang banyak. Istagram yang memiliki folower terbanyak menjadi ajang endorsmen yang dapat mendatangkan penghasilan. Banyak anak muda berlomba-lomba menjadi asrtis dadakan. Tetapi semua itupun dapat berdampak buruk bagi kita. Misalnya media sosial, jika kita tidak bijak menggunakannya semua itu dapat menjadi momok buruk untuk kita.
Jempol akan menentukan kita, misalnya youtube jika kita membagikan video hal – hal yang tidak berkenan bagi masyarakat banyak ini bisa berdampak kita terkena Undang – undang ITE UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dahulu UU ini digunakan untuk melindungi kepentingan Negara tetapi sekarang ini lebih dipakai untuk lebih sering dipakai untuk mengkriminalisasikan warga yang memanfaatkan internet dan media sosial untuk menyampaikan keluhan, opini, isi pikirannya, berpolemik, hingga menyampaikan kritik kepada pimpinan daerah salah – salah berkomentar akan menjadi bumerang bagi kita.
Pertanyaan yang mendasar yaitu bagaimana dampak untuk anak – anak usia dini dalam penggunaan sosial media, anak – anak jaman ini dituntut memiliki android untuk pembelajaran sekolah mereka. Efek sampingnya bukan membuat mereka belajar lebih baik tetapi mereka yang akan mengenal media sosial lebih dini yang berdampak buruk bagi mental dan cara berpikir mereka. Mental, anak – anak sekarang cenderung haus dengan tontonan di medsos. media sosial sudah menjadi candu yang membuat penggunanya tiada hari tanpa membuka media sosial.
Medsos sangat berdampak bagi budaya dan moral khususnya bagi anak usia dini yang kenbanyakan meniru tontonan yang ada pada medsos. Mereka tidak lagi bercita cita sebagai dokter, tni, polisi , guru, dsb tp mereka menginginkan menjadi youtuber dan artis. Mereka sibuk mencari hal – hal tabu untuk mendapatkan trending topik nomor satu dan mendapatkan pundi – pundi uang dengan memberikan berita hoax.
Kebijakan “di Rumah Saja” membuat masyarakat cukup membutuhkan handpone sebagai hiburan. Apa yang kita perlukan semua tersedia pada alat komunikasi ini. Perkembangan dunia internet terkusus medsos sangat pesat. Banyak dilema, banyak keuntungan tetapi banyak juga yang membuat mental anak – anak menjadi buruk, contohnya anak lebih asik dengan medsoa dibanding bercengkrama berkumpul dengan orang tua. diperlukan pantauan dari orangtua agar anak bijak menggunakan media sosialnya.
Oleh: Rosnika Putri Alami, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal.





