Sekolah menjadi harapan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia juga telah tercantum dalam pasal 31 UUD dan pasal 6 ayat 1 UU RI No. 20 Tahun 2003. Undang-undang tersebut mengatur tentang sistem pendidikan nasional, yaitu wajib belajar 9 tahun sebagai pendidikan dasar.
Kebanyakan sekolah menerapkan sistem pendidikan formal. Sekolah di Indonesia menggunakan kurikulum sebagai sistem pendidikan. Namun, kurikulum yang sudah berapa kali diganti ini, masih belum bisa menciptakan metode pendidikan yang ideal. Sistem pendidikan saat ini terkesan monoton dan cenderung membuat siswa menjadi jenuh.
Kegagalan ini membuat salah satu tokoh intelektual muslim Dr. Muhammad Nasih tergerak untuk mendirikan sekolah dengan kurikulum yang berbeda. Prinsip yang mendasari pembangunan sekolah ini adalah “Different and The Best” yang berarti sekolah yang berbeda dan terbaik dari yang lain.
Sekolah yang didirikan Nasih tidak lepas dari nuansa alam. Sekolah alam ini dikenal dengan nama Sekolah Planet Nufo, singkatan dari Nurul Furqan yang artinya cahaya pembeda. Dalam pembuatan sekolah ini, Nasih berkolaborasi dengan Arief Budiman selaku Ketua Yayasan al-Furqon, Rembang.
Ide untuk menciptakan Planet Nufo berawal dari salah satu santri kecil (sancil) bernama Aisya Sasmaya, putri Arief Budiman yang mengikuti Program Quranic Habit Camp di Monash Institute Semarang. Meskipun program ini hanya satu pekan, tetapi dampak yang diterima oleh para sancil sangat signifikan.
Dampak tersebut membuat orang tua sancil merasa bangga melihat anak-anak mereka dapat belajar dengan cepat saat menjalani program tersebut. Pengalaman tersebut membuat Arief Budiman tertarik untuk berkolaborasi dengan Nasih untuk menciptakan sekolah menengah yang berkualitas.
Sekolah yang berkualitas harus memiliki sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Nasih menjadikan kurikulum kehidupan sebagai kurikulum utama dalam Planet Nufo. Kurikulum tersebut bertujuan agar para murid bisa menyelesaikan persoalan dalam kehidupan, sehingga tidak hanya teori tetapi bisa langsung praktik. Semantara kurikulum nasional tetap digunakan Planet Nufo sebagai bahan ajar tambahan.
Nasih juga mendesain sekolah ini dengan metode yang menjadikan alQur’an sebagai sistem pendidikan dasar untuk pembelajaran. Dalam menghafalkan Alquran murid-murid di Planet Nufo diajarkan metode yang sudah teruji sebagai metode yang paling efisien, yaitu dengan memahami artinya.
Menurut Nasih, metode menghafal dengan memahami artinya akan menjadikan seseorang mudah dalam menghafal. Nasih adalah contoh orang yang hafal dan paham al-Qur’an berkat metode itu dengan jangka waktu 2 tahun. Jika seseorang hanya menghafal saja tanpa memahami artinya, maka akan sulit untuk dapat menghafal dengan cepat dan hafalan itu pun akan menjadi beban baginya.
Dalam pandangan Nasih, masalah terpenting pendidikan adalah kualitas tenaga pendidik. Selain menciptakan kurikulum yang berbeda, Nasih juga sangat memperhatikan kualitas guru yang mengajar di SMP yang didirikan. Rata-rata guru yang mengajar di Planet Nufo adalah lulusan S1 yang melanjutkan pendidikan ke S2 dan S3 di berbagai jurusan. Guru-guru tersebut sebagian adalah lulusan terbaik sekaligus penulis yang handal. Ada juga tenaga pendidik yang telah menjadi dosen di perguruan tinggi.
Guru-guru yang mengajar pun berusia muda, sehingga semangat mengajarnya masih membara. Guru yang dipilih juga merupakan guru yang baru saja lulus (fresh graduated), karena Planet Nufo membutuhkan guru yang memiliki pandangan untuk pendidikan untuk masa depan yang lebih baik. Lebih unik lagi, seluruh guru di Planet Nufo merupakan aktivis mahasiswa dari beberapa organisasi.
Sebagus dan selengkap apapun fasilitas yang ada di sekolah dan secemerlang apapun kurikulum yang diajarkan, saat guru yang mengajar tidak berkualitas, maka akan sulit menciptakan generasi yang berkompeten. Menurut Nasih, sebuah sekolah bisa berdiri tanpa adanya gedung, tetapi tidak bisa jika tanpa guru. Murid-murid harus difasilitasi wadah untuk bertanya. Bayangkan, jika seorang guru tidak bisa menjawab pertanyaan murid-muridnya, tentu sangat memalukan dan akan mengurangi martabat guru tersebut.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Alam Planet Nufo memang benar-benar berbeda dari sekolah pada umumnya. Sekolah ini memiliki metode atau sistem pembelajaran yang efisien dengan mengaplikasikan metode pembelajaran dari Negara Finlandia, yaitu membagi murid dan guru secara berkelompok. Rasio 1:4 atau 1:5 antara guru dan murid dipilih agar para murid mendapatkan pembelajaran secara intensif.
Berdiri pada tahun 2019, sekolah yang dibangun Nasih ini memiliki bangunan-bangunan yang unik, mulai dari rumah segitiga, gazebo-gazebo unik, ayunan, perahu hingga bilik unik berbentuk gorong-gorong. Masing-masing bangunan di Planet Nufo memiliki filosofi tersendiri. Rumah bambu berbentuk segitiga misalnya, bentuk segitiga awalnya dipilih karena segitiga adalah bentuk yang simple. Namun dibalik itu, ada filosofi yang terkandung. Puncak segitiga diibaratkan sebagai Allah dan dua sisinya adalah manusia dan alam semesta. Manusia dan alam harus seimbang. Manusia dan Alam juga harus patuh kepada yang di atas, Allah SWT.
Ruang kelas di sekolah ini juga sangat unik, Planet Nufo tidak menggunakan meja dan kursi seperti layaknya sekolah pada umumnya. Proses belajar mengajar berada di atas gazebo-gazebo dengan pemandangan alam yang indah. Hal ini dilakukan agar murid-murid tidak merasa dipenjara dan bisa menghirup udara segar. Mereka juga dapat mengeksplorasi alam dan bisa lebih fokus dalam belajar. Selain gazebo dan ayunan, di Planet Nufo juga terdapat perahu yang sengaja didatangkan untuk menjadi tempat belajar yang nyaman bagi para murid.
Planet Nufo juga memiliki ikon yang berbeda, yaitu tulisan Qur’anic Habit Camp dan kerangka bintang yang terbuat dari bambu. Tulisan Qur’anic Habit Camp mendeklarasi bahwa tempat untuk membiasakan diri untuk kehidupan Qur’ani. Sementara kerangka bambu berbentuk bintang adalah harapan agar murid-murid memiliki obsesi untuk menjadi bintang-bintang yang bercahaya dan menerangi sekitarnya menggunakan cahaya yang berbeda. Cahaya yang berasal dari Allah yang terdapat dalam alquran akan disampaikan dan dipraktekkan di kehidupan nyata, sehingga dapat menjadi petunjuk bagi manusia.
Suasana pedesaan yang masih kental ditambah dengan adanya program simaan 24 jam menjadikan Planet Nufo semakin berbeda dari sekolah yang lain. Simaan 24 jam bertujuan agar siswa-siswi di Planet Nufo bisa melancarkan hafalan mereka. Simaan ini dilakukan secara bergantian, kecuali saat agenda berlangsung. Planet Nufo dengan segala kegiatannya bertujuan untuk menciptakan generasi yang selalu menjadikan Alquran sebagai pegangan hidup. Melalui Planet Nufo dapat lahir generasi-generasi muslim intelektual profesional yang menjadi advokat, polisi, dokter, politisi dan profesi lain yang semuanya hafal dan paham al-Qur’an.
Oleh: Nor Lailatun Nisfah, Disciple Monash Institute Angkatan 2019, Sekretaris Kohati HMI Komisariat Dakwah
![Qur'anic Habit [1] Shalat Berjama'ah Tantangan Guru dalam Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid – 19](https://baladena.id/wp-content/uploads/2019/11/PLANET-NUFO.png)







Program yang sangat Keren. Satu Tujuan dengan kami https://facebook.com/pesantrenvokasicoding
.
Jalan Baru untuk membangun Peradaban Digital Indonesia