Kekuatan Pikiran untuk Mewujudkan Impian

Setiap orang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari pasti akan berpikir saat mau melakukan segala sesuatu. Pikiran merupakan salah satu produk utama dari otak, yang mempunyai peran sangat besar dalam menentukan seperti apakah hidup itu. Alat kendali yang paling baik, sebagaimana manusia dalam memandang dan menjalani kehidupan. Artinya, sukses dan kebahagiaan seseorang ditentukan bagaimana dia menggunakan pikirannya.

Sayangnya, kebanyakan manusia tidak sadar betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh pikiran tersebut. Mereka hanya memikirkan sesuatu yang cenderung masih dalam kriteria kecil saja dan lebih monoton pada sesuatu yang berada di depannya. Padahal, Tuhan telah menganugerahkan akal pikiran tidak dengan cara main-main. Pikiran yang telah diberikan ini, juga digunakan sebagai salah satu pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya. hanya dengan berpikir sedikit lebih keras, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa mencapai apa yang diinginkan.

Banyak orang yang meremehkan begitu saja mengenai kekuatan pikiran. Padahal, jika mau merenungkan secara mendalam akan kehebatan kekuatan pikiran, sebenarkan pikiran itu adalah suatu kunci dalam menjalani kehidupan. Alat yang sudah diberikan kepada tuhan untuk digunakan dengan sebaik-baiknya.

Salah satu orang yang beruntung adalah dia memiliki daya pikir dan ingatan cukup tinggi. Untuk mengetahui tingkat kualitas seseorang, maka harus dilaksanakan beberapa cara. Kreatifitas seseorang tidak hanya milik orang yang memiliki darah seni saja. Namun, kemampuan tersebut bisa dilatih seiring berjalannya waktu. Secara umum,  itu semua tergantung keinginan dan kesungguhan kita semata. Terus berpikir bagaimana cara meningkatkan kualitas, agar otak selalu digunakan untuk berpikir dalam  mengejar cita-cita.

Bacaan Lainnya

Mengajarkan cara berpikir dan berlogika yang baik kepada seseorang itu sangat diperlukan. Karena pada sejatinya, dengan berpikir akan membuat orang mendapatkan pengetahuan. Dengan berpikir juga, manusia akan mengolah pengetahuan yang semakin mendalam, sehingga bisa mengubah kehidupan seseorang tersebut menjadi lebih baik lagi. Muncul kata-kata mutiara yang berbunyi “pikiran yang baik akan menumbuhkan logika yang baik pula”.

Begitupun juga pendapat Muhammad Nasih, seorang doktor ilmu politik sekaligus dosen Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) dan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), saat sedang mengajar dan memberi sebuah petuah kepada murid-nya. Ia sering mengungkapkan, “kalian harus memiliki impian dan cita-cita setinggi-tingginya. Jika dinisbatkan, kalian memiliki cita-cita setinggi langit. jika dalam proses peluncuran dari atas tanah yang sudah dilakukan dengan sekuat tenaga dan ternyata tidak bisa sampai ke langit sesuai dengan keinginan, maka yang terjadi kalian akan jatuh. Namun masih beruntung, karena memiliki kemungkinan akan jatuh di atas genting atau atap rumah. Berbeda lagi kalau kalian hanya memiliki cita-cita hanya setinggi genting. Jika kalian tidak bisa meraihnya, maka yang akan terjadi adalah kalian hanya akan jatuh ke tanah lagi seperti semula. Bahkan, kemungkinan terbesar dan lebih parahnya adalah kalian akan jatuh di tempat got (aliran air limbah).”

Jika kepercayaan yang telah tertanam oleh diri seseorang dengan baik, maka tidak akan mudah musnah begitu saja. Karena dia selalu berpikir keras untuk mencapai sesuatu yang diinginkan dengan sebaik mungkin. Apalagi dia mampu mencapai rencana-rencananya, maka akan semakin banyak orang yang percaya dengan dia. Tidak hanya karena kecerdasan dan pemikirannya yang bagus semata. Akan tetapi, juga ia memiliki kesungguhan dan keteguhan yang dalam menjalankannya.

Terkadang, kita memikirkan sesuatu atau rencana terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan. Tidak hanya rencana untuk jangka panjang. Tetapi juga, rencana jangka pendek pun harus dipikirkan secara matang-matang. Dengan cara seperti itu, seseorang bisa berharap agar rencananya berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Kegiatan atau cara seperti ini, biasa dikenal dengan istilah pembuatan proposal hidup.

Hanya sebagian kecil masyarakat yang dengan sadar membuat atau menulis proposal hidup. Itulah salah satu yang menyebabkan mengapa banyak cita-cita yang hanya menjadi angan-angan dan tidak tercapai. Sebab, mereka tidak mengingat rancangan yang sudah dibuatnya di masa yang akan datang. Bahkan, cenderung mudah melupakannya, karena dalam menjalani kehidupannya ada sesuatu lain yang harus dikerjakan.

Mungkin benar, segala sesuatu yang terjadi karena Tuhan tidak atau belum meridhoi. Entah itu disebabkan oleh ketidakseriusan dalam berdo’a atau bisa juga dari usahanya kurang begitu maksimal atau faktor-faktor yang lainnya. Namun, perlu kita sadari bersama bahwa menulis proposal hidup itu sangatlah diperlukan. Bukan bermaksud mendahului kehendak Tuhan. Akan tetapi, itu merupakan bukti tertulis dari cita-cita yang kita inginkan, sehingga kita tidak akan pernah lupa dan selalu terpacu atau termotivasi untuk meraihnya sampai dapat.

Berkat kekuatan pikiran yang cerdas, membuat seseorang mampu berpikir jauh kedepan. Namun, semua itu juga harus disertai dengan usaha dan do’a yang sepenuh hati. Meskipun, dalam proses mencapai rencana-rencananya terdapat berbagai kendala, tetapi juga harus kuat menghadapinya.

Rencana seseorang akan berhasil ketika dilakukan dengan sekuat tenaga. Sebab, rencana seseorang tidak akan pernah berhasil, jika hanya berdiam diri saja. Dalam hal ini, Mohammad Nasih pernah mengatakan bahwa 1% itu visi, missi, dan rencana dan 99% itu tindakan. Jangan sampai yang terjadi adalah 99% itu visi, missi, dan rencana yang sempurna, sedangkan tindakannya hanya sebesar 1% saja. Jika itu terjadi, yang ada hanya akan menjadi sebuah teori dan rencana belaka, karena rencana tidak akan berhasil jika tidak dibarengi dengan suatu tindakan.

Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sebelum  mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Akan tetapi, semua itu akan jauh berbeda apabila seseorang memiliki kekuatan pikiran yang mampu mendorong untuk berusaha mencapai rencananya tersebut, dengan disertai usaha dan do’a. Selain itu, sebagian orang juga masih memerlukan dan membutuhkan dorongan dan dukungan dari orang-orang disekelilingnya untuk membuat dia lebih bersemangat.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita pasti sering kali mendengar istilah “perkataan adalah do’a”. Tuhan selalu mendengar stiap kali ada hambanya yang berdo’a dengan sungguh-sungguh, salah satunya di saat sepertiga malam terakhir. Jika semua itu disertai dengan usaha yang maksimal, maka kebanyakan perkataan tersebut akan berubah menjadi suatu kenyataan. Oleh karena itu, Jangan pernah main-main dengan kata-kata, kerena bisa jadi itu adalah awal dari semuanya.

Jika kekuatan pikiran yang dibarengi dengan usaha dan doa, maka besar kemungkinan akan selalu tertanam dalam diri seseorang. Terutama bagi orang yang memiliki kemauan untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkannya. Sebagai seorang mukmin harus tetap sabar ketika ada keinginannya yang belum tercapai. Selalu yakin dan berhusnudzanlah kepada Allah bahwa Dia mempunyai rencana yang lebih indah dan lebih mengetahui mana yang terbaik untuk para hambaNya. Wallahu’alamu bi al-Shawab.

Oleh: M. Wisnu Abdul Qodir, Mahasiswa Akuntasi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *