Hujan…
Datangmu tak direncanakan
Keberadaanmu mengingatkan sebuah kenangan
Dari masa lalu yang sudah kelam
Nada gemercik yang kau pantulkan
Tanda kebisingan yang memilukan
Titik demi titik terus bercucuran
Tanda keegoisan yang ingin kau luapkan
Manusia tidak bisa menyalahkan keadaan
Karena ini kuasa Tuhan
Hujan…
Tempias yang kau berikan
Membuat manusia semakin tak karuan
Berbondong-bondong mencari sebuah perlindungan
Sehingga tak sadar akan nikmat Tuhan tentang hujan
Hujan…
Genangan demi genangan
Telah tersisihkan
Dia hanya diam
Seakan pasrah dengan keadaan
Tetapi, itu hanyalah anggapan dari kebanyakan orang
Hujan…
Datangmu membuat kesejukan
Di tengah panasnya kehidupan
Oleh: Siti Yulianti, Hamba yang Berserah Diri







