Perkenalkan beliau ini bernama doktor Muhammad Nasih. Beliau dikenal dengan sosok motivator yang sukses. Abah pernah bercerita, jikalau kecil dulu, Abah dididik oleh bapaknya dengan keras dan tegas. Karena didikan yang keras, bukan membuat beliau ini mudah menyerah, akan tetapi, malah sebaliknya. Ia menjadi sosok yang kuat. Yang saya maksud motivator adalah, selain beliau ini menjadi seorang doktor ternyata beliau ini juga motivasi orang-orang kecil seperti saya ini. Beliau selalu membagi cerita. Dan pasti di balik ceritanya tersebut terdapat motivasi yang bisa dipetik oleh kami atau orang lain yang mendengarnya. Saya sering atau kelak memanggil beliau ini dengan sebutan “Abah Nasih”. Beliau ini orangnya bisa bersikap tegas, tetapi santai.
Sosok Abah Nasih ini sukses di masa mudanya berkat ayahnya yang bernama Muzakkir. Sifat yang dimiliki Bapak Muzakkir ini sangat tega terhadap anak-anaknya. Bahkan, Abah Nasih pun selalu mencari alasan terhadap ayahnya untuk pergi ke kamar mandi. Pernah sesekali itu Abah Nasih pernah dipukul menggunakan sapu lidi hingga sapu lidi tersebut tertancap di punggung Abah Nasih. Tetapi dengan didikan yang keras oleh ayahnya akhirnya bisa membuat Abah Nasih ini sukses di masa mudanya. Tetapi, Abah Nasih ini sukses tidak hanya didorong oleh ayahnya. Dan pasti selalu dibantu dengan doa dan pastinya selalu dilakukan secara istiqomah.
Jadi hikmah yang bisa diambil dari cerita saya ini adalah kita harus menjadi seseorang yang haus akan ilmu, dan didikan yang keras sejak kecil bisa menjadi seseorang itu bisa sukses di masa mudanya. Dan jangan lupa selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah sholat dan tetap berdoa kepada Allah supaya diberi kemudahan dalam hidup kita.
Oleh: Fajar Rizqi Nugroho, Santri Remaja (Sanja) Kelas VII SMP Alam Planet NUFO Rembang asal Rembang







