Pagi sering terlalu cepat bertamu
Rasanya kitapun belum siap bertemu
Tapi, banyak hal baik yang harus dijemput pagi ini
Jalan yang jauh
Jangan lupa pulang
Jadi manfaat untuk sekitar
Kalau belum mampu, jangan jadi beban
Silahkan berkespektasi
Seeeeetinggi mungkin
Tapi, penuhi sendiri
Itu kan pilihanmu
Saat ekspektasi ditaruh ke raga lain
Kecewa sering jadi teman
Gak semua yang terlihat besar benar besar
Gak semua yang terlihat buruk benar buruk
Jangan terlalu cepat menyimpulkan
Menjauh dari kata tolong, terima kasih, dan ma’af, itu cara instan memberi makan ego
Berapa kali bertemu dengan mereka yang ahli membaca celah?
Coba perhatikan, sulit dia bercerita tentang kurangnya
Mereka sempurna, menurut pandangnya
Katanya, hidup gak sebercanda itu
Ibuku bilang
Saat bumi sedang terlalu bising, teduh rasanya melihat ke langit
Awan selalu punya cara untuk menjaga dan menghibur bumi serta isinya.
Tidak mudah menjadi awan
Berat, fren
Menyalurkan hujan agar isi bumi gak kekeringan
Menghalangi matahari, agar bumi gak kepanasan
Berada di ruang ini, mungkin sudah takdirku
Tapi jendela mana yang mau aku lihat, itu pilihan
Hidup itu lucu ya
Yang dicari, hilang
Yang dikejar, lari
Yang ditunggu, pergi
Sampai hari kita lelah dan berserah, saat itu semesta bekerja
Beberapa hadir dalam rupa sama
Beberapa lebih baik dari rencana
Suatu hari
Senang datang
Nikmati saja
Tapi, suatu hari sedih lebih berkesan
Nikmati saja
Fitrah manusia memang berjuang
Tuhan tak berjanji ombaknya akan kecil
Karangnya tidak besar
Lawan takutmu
Besarkan hatimu
Gapapa, besok kita coba lagi
Kita buat yang lebih baik lagi
Karena kita cukup jadi pengendali hati, itu sudah cukup sakti
Jangan mudah tersinggung, di bumi bukan cuma kamu yang punya perasaan.
Salam hangat
Halimah Diary’s








#NKCTHI