Keadaanmu kini kian membaik, setelah sembuh dari sakitmu. Aku pun mengajakmu menikmati indahnya pagi. Masih ingatkah aroma makanan yang khas Selengkapnya
Headlines
Kategori: Zetizen
Pilu Itu Telah Berlalu
Pagi itu langit lebih memilih berkawan dengan kelabu, bukan biru Langit seolah tahu bagaimana kacaunya perasaanku Saat aku harus kembali Selengkapnya
Racun Komunitas
Indah, begitu orang menyebut ciptaan Tuhan yang memenuhi bumi untuk mengusir kegersangan dan kesunyian. Beraneka macam makhluk tersebar dari ujung Selengkapnya
Merindu Lelaki Berpeci dengan Kidung Merdu
Saat orang menyebut keadaan kala itu dengan petang Aku masih sibuk dengan angka-angka yang diikuti derajat dan menit Sibuk dengan Selengkapnya
Alibi
Wahai Manusia, Dengarkanlah aku, Dengarkanlah suara hati ini, Dari lubuk hati yang terdalam. Aku hanya ingin bertanya, Kenapa? Dan Mengapa? Selengkapnya
Energi Pagi
Hujan telah reda. Membangkitkan kenangan yang lama tertimbun oleh waktu. Tumbuhan tampak hijau dan menyegarkan mata siapapun yang melihatnya. Angin Selengkapnya
Tetap Angkuh
Langkah kaki ini membawaku pada perjalanan yang tak pernah terpikir sebelumnya Hingga kini dengan keberanian diri, aku sampai pada titik Selengkapnya
Coklat Cinta Gravita
Angin siang berhembus perlahan. Daun-daun kuning mulai berguguran memenuhi pelataran. Angin sepoi-sepoi itu pun ikut menerbangkan dedaunan yang berjatuhan. Pohon-pohon Selengkapnya
Balasan Suratmu yang (Kemarin)
Terima kasih Telah kubaca beberapa spasi kata yang kau tulis Dari titik dan komamu, sekarang aku mengerti bagaimana rasamu saat Selengkapnya
Terus Terang
Dinda, jika ada rintik yang lebih indah dari tetesan antara genggammu denganku Maka akan kupastikan rintikan hujan di malam hari Selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.










