Alibi

Wahai Manusia,
Dengarkanlah aku,
Dengarkanlah suara hati ini,
Dari lubuk hati yang terdalam.

Aku hanya ingin bertanya,
Kenapa? Dan Mengapa?
Masihkah ada ruang untukku?
Kesempatanku menyertaimu terlalu longgar, kawan.

Kau suka mengandalkanku,
Apakah aku? Yang engkau jadikan sebagai pelarian?
Kau jadikan aku sebagai tempat pelampiasan?
Sehingga engkau selalu menyalahkanku.
Apakah setiap kejadian itu salahku?
Jawab aku, kawan.

Teman,
Kegagalanmu, apakah itu salahku?
Kenapa engkau selalu menyalahkanku?
Aku hanya si Alibi, kawan.

Bacaan Lainnya

Aku berharap, engkau tidak terlalu sering bergantung padaku,
Ada saatnya aku tak bisa menyelamatkanmu,
Kesuksesanmu itu untukmu,
Dan kegagalan itu adalah tanggungjawabmu

Masihkah engkau beralibi, kawan?
Jangan terlalu bergantung padaku
Aku hanya tidak ingin melihatmu gagal di masa depan,
Waktumu tidak banyak,

Ruang untuk aku masuk dalam setiap langkahmu terlalu luas,
Engkau beri celah, agar aku masuk dalam setiap urusanmu,
Sampai kau tergantung padaku,
Hingga akhirnya menjadi canndu,
Sampai kapan engkau tetap begini?

Semarang, 20 Februari 2020

Salam Manis
Si Alibi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *