Langit serasa tak bersatu Dengan raga yang begitu pilu Memandang nista dalam ragu Ku tak tahu siapakah aku Perlahan ku Selengkapnya
Headlines
Kategori: Puisi
Pengkhianatan
Tiada yang pantas dipertahankan dengan mati-matian Yang mati, biarlah terpendan dengan amarah dan kebencian Sebab kita hanya usaha tuk bahagia Selengkapnya
KEPICIKAN
Sempit dadaku mendengar guraumu Mekar mawar mendadak layu Jatuh diterjang angin bernada pilu Hujanpun turut menyumbang air sendu Menggenangkan luka Selengkapnya
Sajak Cinta
Saat Fajar tiba, Embun meneteskan diri ke dedaunan Matahari tanpa sungkan bersinar ceria Burung-burung pun berkicauan Ku ambil secarik Selengkapnya
Aroma Rindu
Saat senja datang berkala, Perlahan, langit biru mulai sirna, Semua cakrawala berwarna jingga, Kuning keemasan terlukis in-dah di sana, Selengkapnya
Hujan
Hujan malam ini Gerimis bukan pertanda menangis Deras tak berarti selalu cemas Lebat juga bukan berarti sekarat Hujan adalah Selengkapnya
Sebuah Puisi: Patah Hati Sebelum Memiliki
Sedang ku lihat, hatiku ternyata sekarat. Sudah ku pencet tombol suka, meski padaku kau belum balas suka. Sudah ku pencet Selengkapnya
Dekat yang Tersekat
Semenjak pengakuan itu, aku tak ingin buru-buru menaruh harap pada sesuatu yang masih ragu Tidak ingin buru-buru menjatuhkan pilihan pada Selengkapnya
Sebuah Kehadiran (1)
Hadirmu dalam setiap kedipan mata Hadirmu dalam setiap hembusan nafas Hadirmu dalam sekelumit untaian kata Ya, hadirmu, membuat getir menjadi Selengkapnya
Kemarin yang Berlalu
Kala itu dimensi ruang memisahkan kita Hanya lewat media, aku dapat cerita Ada rindu tertahan Di balik sekat mega-mega Selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









