Pernah melangkah bersama dalam satu arah Mendiskusikan banyak hal tentang nanti hingga riuh Berkabar meski sebenarnya sudah tau keadaan Selengkapnya
Headlines
Kategori: Puisi
Untukmu
Di dekatmu, aku menjadi bahagia Kau selalu bisa menyelimuti jiwa Menghibur akan kegundahan hati Mengubah suasana menjadi penuh kebahagiaan kembali Selengkapnya
Daratan Kecil
Sangat indah, setiap hari terlihat matahari terbit dan tenggelam di sana. Aku merenung, terbayang daratan besar dengan penuh tanda tanya, Selengkapnya
Harapan
Harapan ini selalu ku pendam Bukan karena takut tuk ku ungkap Melainkan aku ingin menjaga Menjaga akal dan hati ini Selengkapnya
Rasa yang Berpenumbra
Kukira aku akan melihat purnama dengan tenang malam ini Ternyata kedua bola mataku menatap kosong Menyisakan malam gelap dengan sejuta Selengkapnya
Hanya Tinggal Kenangan
Kala itu, kita berkumpul untuk membentuk sebuah ikatan keluarga Keluarga yang disemai dengan nama “Keluarga Ideologis SAMAWA” Hari demi hari Selengkapnya
Maafkan
Maafkan…. Bukan lagi secerca harapan Karena hati sering kali merasa kelelahan Bukan maksud menghindari Tapi hanya ingin dihargai Menyadarkan diri Selengkapnya
Selamat Ultah Abah
Waktu bergulir dengan cepatnya. Dan tibalah engkau bertambah usia. Dengan kesabaran dan ketulusan darimu, aku belajar, belajar ketulusan dan pengorbanan Selengkapnya
Sebuah Puisi: Aku Sayang Kamu
Kamu tahu, apa alasanku mencintaimu? Satu alasan aku mencintaimu karena aku tidak punya alasan untuk tidak mencintaimu Karena, aku mencintaimu Selengkapnya
Kau Patah Saat Mulai Tumbuh
Sejak awal telah ku katakan Tak pantas ku bersamamu berdampingan Kau terlalu indah untukku Aku terlalu cacat bagimu Aku payah Selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









