Akhir-akhir ini berbagai informasi digegerkan dengan munculnya foto Tarabasro yang dianggap bugil oleh sebagian kalagan. Hal ini menjadi pembelajaran perempuan untuk berhati-hati dalam menggunakan media. Penyampaikan pesan baik, semata-mata bukan untuk eksistensi atau bahkan meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah melekat.
Di era yang serba tegnologi ini, menuntut perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan, akses serta peluang yang sama sebagai sumber daya pembangunan. Arah pembangunan pada revolusi industri keempat menuju pada ekonomi digital dan teknologi, membuat industri science, technology, engineering, dan mathematics (STEM) yang memiliki prospek menjanjikan. Secara tidak langsung harusnya system digital telah merubah pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan efesien. Namun tidak menyebabkan alienasi terhadap system yang telah diciptakan
Revolusi Industri 4.0 merupakan era yang diwarnai super komputer, rekayasa genetika, inovasi, dan perubahan cepat yang berdampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, dan politik. Gejala ini menjadi salah satu tanda banyaknya sumber informasi yang diterima masyarat dengan cepat melalui media social, seperti youtube, instagram, facebook, whatsapp, twiter dan sebagainya. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 seharusnya dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh perempuan. Sejatinya perempuan memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari peradaban dunia.
Suwana, menyatakan sebagian perempuan Indonesia pengguna internet yang aktif, namun memiliki literasi digital yang rendah, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang rendah, kurangnya fasilitas, kurangnya pelatihan dan juga sangat besar pengaruh budaya patriarki. Hal ini menuntut perempuan untuk mampu memiliki strategi dalam mengekspresikan diri dengan baik. Skill dan kecerdasan dalam memilih keputusan yang baik dan tepat sangat dibutuhkan dalam menentukan sikap. Perempuan diera digital harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tidak melupakan nilai-nilai luhur yang merupakan nilai budaya Indonesia.
Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan, oleh karena itu dukungan berbagai pihak sangat diperlukan. Tantangan yang dihadapi kaum perempuan dalam mengoptimalkan peran dalam pembanguanan yakni bagaimana cara dalm mengubah sikap primitive masyarakat dan praktek budaya yang membatasi kemajuan perempuan.
Hal ini mengahruskan perempuan untuk melek tegnologi. Perempuan sebagai partner dalam pembangunan harus meningkatkan kemampuannya disegala aspek termasuk dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Pentingnya akses dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi perempuan karena sejatinya perempuan memiliki peran yang sangat strategis, sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus juga memiliki peran dalam masyarakat.







