Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Kalimat tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita terutama pada saat Peringatan Hari Pahlawan10 November. Kalimat yang diucapkan Soekarno tersebut menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia agar mengenang dan memaknai secara mendalam segala pengorbanan pahlawan yang telah berjuang demi keutuhan bangsa. Bahwa kemerdekaan tidak didapat dengan mudah, melainkan atas jerih payah para pahlawan.

Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Pada saat itu, pejuang Indonesia bersatu melawan tentara Inggris (AFNEI) dan Belanda (NICA) untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Jasa-jasa para Pahlawan, baik yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional ataupun yang belum tidak boleh kita lupakan. Begitupun dengan para ulama di Indonesia yang memiliki semangat berkobar melawan penjajah. Mereka adalah Kyai Abbas dan Kyai Hasyim Asyari yang memiliki peranan penting dalam membakar semangat warga untuk menghalau pasukan penjajah (detik.com10/11/2018).

Pertempuran dalam upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa kala itu mengakibatkan banyak pejuang yang gugur. Setidaknya sebanyak 6000 sampai 16.000 pejuang Indonesia dan 200.000 masyarakat sipil tewas dalam pertempuran tersebut (cnnindonesia.com 10/11/2020). Maka, Hari Pahlawan bukan untuk seremonial semata, namun sejatinya mengajarkan kepada kita tentang keberanian pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pahlawan Sesungguhnya

Untuk itu sebagai penerus, pemuda dapat melanjutkan spirit perjuangan Pahlawan. Menurut Sandiaga (2020), pahlawan ataupun pejuang saat ini ialah yang meneruskan perjuangan pahlawan-pahlawan sebelumnya dan senantiasa memperkokoh persatuan. Rasa nasionalisme harus ditumbuhkan di kalangan muda yang saat ini hidup di zaman modern. Pemuda sebagai penerus kepemimpinan bangsa terus berupaya menumbuhkan rasa cinta tanah air. Keteguhan dari para pahlawan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia bisa dicontoh generasi saat ini.

Baca Juga  Kartini dan Kesadaran Berislam

Jika pahlawan di zaman penjajahan identik dengan kegiatan fisik seperti mengangkat senjata, bertempur di medan perang dll, maka berbeda dengan zaman sekarang. Dan akan lebih berat perjuangan saat ini ketika masih ada rasa ego dalam diri. Pahlawan diartikan sebagai orang yang menjadi panutan dan memberikan kontribusi potisif dalam pembangunan Bangsa Indonesia. Kita pun bisa menjadi pahlawan. Yakni dengan meneruskan perjuangan para pahlawan yang bisa dimulai dari kesadaran dalam menggaungkan semangat dan spirit kepahlawanan.

Dalam arti luas, makna Pahlawan ialah yang membunuh ego dan kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama. Karena Pahlawan itu rela berjuang dan tanpa mengharap imbalan. Spirit kepahlawanan bisa kita teladani dan amalkan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahwa perjuangan yang dilakukan di zaman ini berbeda disebabkan beragam tantangan yang harus dihadapi.

 

Persatuan

Tentang bagaimana upaya yang kita lakukan untuk tetap menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa sehingga tidak ada lagi pertikaian, menghina, memprovokasi dan menyebarkan isu-isu negatif yang semua itu akan berdampak pada masyarakat sendiri. Bukankah para pendahulu kita telah berusaha mati-matian untuk menyatukan perbedaan yang ada? Sebagai pewaris,  pengorbanan apa yang telah kita lakukan?

Bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku, ras, budaya dan agama. Nah, dari perbedaan itulah diperlukan persatuan yang akhirnya menjadi kekuatan untuk melawan penjajah. Segala bentuk pengorbanan dilakukan guna menghadapi musuh saat ini, seperti hoax, adu domba, terorisme, radikalisme, korupsi, narkoba, kemiskinan dan lainnya. Semangat persatuan harus selalu ada di dalam diri agar warisan yang telah diberikan kepada kita dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Sebagaimana tema yang dikeluarkan Kementerian Sosial pada Hari Pahlawan tahun 2021 yakni “PAHLAWANKU ISNPIRASIKU” Bahwa apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan dapat menginspirasi dan memotivasi generasi saat ini untuk meneruskan perjuangan mereka.

Baca Juga  Perjuanganmu Belum Usai, Wahai Kartini Masa Kini!

Munculnya ideologi yang merusak keutuhan negara harus kita lawan. Beragam narasi negatif yang muncul menjadi tantangan bersama. Juga banyaknya bermunculan narasi kebencian dan provokasi yang berusaha memecah belah masyarakat. Dengan tetap menguatkan rasa nasionalisme dan menyuarakan perdamaian dengan manyajikan hal-hal positif, maka spirit dan nilai-nilai kepahlawanan bisa tumbuh dan berkembang dan menyatukan bangsa Indonesia. Selamat Hari Pahlawan!

 

Oleh: Razie Nera

Korps GPII Putri Jateng Adakan Lomba Cover Sholawat

Previous article

KKN RDR 77 UIN Walisongo Adakan Pelatihan Pembuatan Ecobrick di Desa Kutoharjo Kaliwungu

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Gagasan