Meneladani Sifat Nabi ; Sosok Pemimpin Pemikir Umat

 

Memikirkan umat menjadi pokok dari tugas seorang pemimpin, selain itu pemimpin harus siap menderita atau bisa dikatakan siap untuk tidak tidur seharian dan tidak henti hentinya memikirkan bagaimana keadaan umat. Terlepas dari itu, Nabi Muhammad merupakan Nabi khotim al anbiya’ yang sangat dirindukan petuahnya sebagai pemikir yang bijaksana.

Tingkah laku beliau dan kebiasaan beliau telah ditetapkan dan dijadikan pedoman ke dua setelah al-qur’an, yaitu as sunnah. Di dalam as sunnah terdapat penjelasan dari sebuah persoalan yang dihadapi umatnya, sehingga as sunnah tersebut sebagai penjelas dari al-qur’an. Mengenai sifat beliau yang dapat dipercaya, sudah bisa dilihat ketika terjadi pemindahan hajar aswad. Beliau dapat melerai perselisihan antara kaum Quraisy. Selain itu Nabi Muhammad juga mendapat kredibilitas dari masyarakat Arab.

Menjadi sosok pemimpin yang sadar akan tanggung jawabnya perlu diketahui oleh banyak orang, bahkan diceritakan bahwa kepribadian belau sangat jauh dari kata mewah. Beliau sosok yang rendah hati dan berpenampilan sederhana. Urusan umat bagi beliau jauh lebih penting dari pada mengurusi perut. Hal tersebut tercemin dari pakaian beliau yang sangat sederhana, bahkan baju beliau dari tambalan tambalan yang ketika rusak masih bisa diperbaiki.

Seluruh kekayaan Nabi digunakan untuk berjihad di jalan Allah SWT. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa Nabi Muhammad merupakan orang yang miskin, hal tersebut timbul dari asumsi ketika banyak dari mereka melihat nabi yang sangat sederhana bahkan kumpulnya sama orang orang miskin. Padahal, Nabi merupakan pedagang yang kaya dan merupakan keturunan dari bani Hasyim yang pada saat musim haji kakek beliau, Abdul Mutholib seorang yang demarwan membagikan roti kepada jamaah yang berhaji.

Selain itu, kekayaan beliau digunakan untuk membebaskan budak dan diantara sifat penyayang beliau yaitu dengan menjunjung tinggi nilai kemerdekaan akan hak asasi manusia. Dalam dakwah beliau tidak seperti yang orang fikirkan, beliau begitu sosok yang penyabar hingga ketika melakukan dakwah, terdapat golongan yang melawan Nabi Muhammad. Namun hal itu tidah menjadi penghalang bahkan menurunkan sifat semangatnya, justru Nabi terus berjuang meskipun banyak orang yang mencacinya.

Karena tanggung jawab yang beliau pikul merupakan suatu risalah yang harus disampaikan kepada umat, maka beliau dengan gigih untuk terus mengemban Amanah tanggung jawab tersebut. Risalah kenabian yang berada dipundaknya membuat Nabi terus maju dan bersemangat untuk menyampaikan risalah tersebut meskipun tidak hanya untuk kaumnya, akan tetapi seluruh umat manusia.

Ditegaskan dalam firman Allah:”Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua”(Q.S al A’raf[7]: 158).

Beliaulah sosok utusan yang akan membawa cahaya dan peringatan serta sebagai pembawa kabar gembira bagi manusia.

Sudah seharusnya sebagai umat Muhammad yang tahu dan faham akan visi sebagai seorang pemimpin, mampu melayani umat dan menyampaikan Amanah dengan baik tanpa ada sesuatu yang disembunyikan dari elit pemimpin itu sendiri. Menjadi sosok yang Amanah dan jujur sudah pasti harus ada dalam jiwa seorang pemimpin.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *