Kilauan Intan

Hari telah berganti, begitupun dengan bulan yang terus berganti. Waktu demi waktu  berlalu. Aku baru saja bangun dari tidur. Baru saja aku bermimpi bertemu dengan sesosok makhluk terindah pada kehidupan kedua. Aku melihatnya, dan tak bisa kusebut spesifikasinya secara keseluruhan. Tapi, meskipun hanya dalam mimpi, aku bersyukur. Aku bersyukur karena didalam dunia nyata pun digantikan. Kau bagai intan yang berkilau.

Aku berulang kali memastikan, bahwa aku memang sudah bangun dari tidur panjangku. Seakan masih berada dalam dimensi yang berbeda. Aku melihatmu. Mimpiku telah menjadi kenyataan. Intan dengan kilauan yang sungguh mempesona dihadirkan Tuhan. Haruskah kupastikan bahwa aku telah benar-benar mengenalmu. Harapanku, bisa mengenalmu lebih dalam. Sebab, saat diri ini terus dihadapkan dengan tanda tanya, kujalani hari tak berarti. Aku sadar, aku mengenalmu. Kutelusuri jalan yang ada dalam pikiranmu. Memasuki labirin dan ku menjelajah ria didalamnya.

Pada awalnya, sama sekali tak kusangka aku bisa mengenalmu. Sebab kau yang dihadirkan-Nya untukku lah yang membuatku untuk tak bisa menyiakan. Apapun yang terjadi di dunia ini sudah menjadi kehendakNya. Walaupun peran manusia juga begitu perlu dalam mencapai cita-cita. Termasuk aku dan kamu. Kita dahulu merupakan dua insan yang tidak saling mengenal. Kemudian perasaan yang bermuara pada seorang yang kusebut kamu. Kita dilahirkan untuk bersama. Menjadi bagian dari hidupmu.

Dulu, aku pernah berkhayal. Meskipun itu terjadi tidak sering. Aku bergumam Wahai orang yang tak kukenal… apakah kita akan terus seperti ini? Apakah dirimu dan diriku akan terus terbawa suasana tanpa ada sapaan? Membiarkan pertemuan berlalu begitu saja itu sia-sia. Apalagi ketika aku tak lagi mendengarmu berkata. Aku sibuk dengan duniaku sendiri, begitupun denganmu. Lantas, sampai kapan keasingan ini akan bertahan. Apakah selamanya? Atau hanya sebantar?

Bacaan Lainnya

Segala keresahanku yang selama ini selalu ada di dalam pikiran lenyap. Berubah seiring berjalannya waktu. Jalan baru yang tak terpikirkan bermunculan. Jawaban atas segala permintaan berhasil tertunjukkan. Saat aku telah mengenalmu, izinkan aku untuk tetap berkomitmen. Izinkan aku agar tak menyiakan. Izinkan aku agar bisa terus bersahabat dalam cinta bersamamu. Bantulah, agar aku selalu berada di sampingmu. Agar aku bisa terus memperbaiki keadaan diri. Tangguh untuk bisa menggenapkan jiwa dan ragaku. Karena bagiku, kau intan yang begitu berharga.

 

Sleman, 26 Juli 2020

Razie Nera

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *