Angin Hembus Semilir

 

Pergi menepi di hujung semilir
Meramu manemu pekak luruh bergilir
Dalam prakarsa debut hulu hingga hilir
Mataku terpatri tertuju lahir

Hembusan angin menguap hampa
Pada nestapa berbalut tawa
Sesekali menyeka tetesan tinta
Berkisah bunga bermekar cinta

Lariku kecil dan tak bersua
Dalam membungkus titah asmara
Larikku kabur mencari kata
Hingga berderma ku sapa ia

Mataku terpejam pada pelik luka
Berkunjung sirna dalam gulita
Biasmu hangat pancarkan warna
Menjadi penunjuk tumbuhnya asa

Lilin kecil semakin redup
Tak tampak surut meski letup
Menerka jawab suratan hidup
Berguru fajar hingga syurup

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *