Jamu Pulas Tahun Baru

“Jamu pulas,” ketika mendengar kata tersebut yang terbayang di telinga khalayak umum bisa dipastikan adalah sebuah jamu yang membuat tidur semakin nyenyak dan pulas. Namun, perlu pembaca ketahui bahwa jamu pulas tersebut merupakan sebuah akronim dari Jangan mudah puas dan malas. Namun, ada sebuah keterkaitan antara kata tersebut dengan akronimnya.

Jamu pulas jika dipahami secara tekstual kebanyakan orang-orang berasumsi bahwa seseorang tersebut berada dalam zona nyaman (baca: pulas) ketika meminum jamu tersebut. Nah, kalau dicocokkan dengan akronimnya bahwa pulas ini merupakan singkatan dari puas dan malas. Dua hal tersebut terjadi karena seseorang merasa sedang menikmati masanya ketika berada di zona nyaman dan tidak mau lagi bergerak (baca: pulas) untuk terus melakukan sebuah inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas diri.

Sikap mudah puas dan malas merupakan sikap yang paling sering dialami oleh kebanyakan manusia. Namun, keadaan tersebut tidak banyak orang yang menyadari, sehingga sikap tersebut terus menerus dilakukan dan menjadi habitat bagi subjek mereka yang terperangkap dan enggan meninggalkannya.

Hal ini apabila dibiarkan akan menjadi sebuah virus yang mudah sekali menyebar dan menjangkit siapapun. Terutama mereka yang tidak mempunyai kepekaan dan daya tahan dalam mengahadapi zona nyaman yang telah di dapatkan.

Bacaan Lainnya

Masalah yang pertama ialah sikap mudah puas. Mudah puas merupakan salah satu dari 1000 kunci kegagalan yang mengintai siapapun terutama bagi mereka yang sedang menapaki satu persatu anak tangga menuju keberhasilan. Tatkala sikap mudah puas itu hadir ketika seseorang baru berhasil menapaki satu anak tangga maka apa yang akan terjadi? Ratusan, ribuan bahkan jutaan anak tangga masih tersusun diatasnya. Orang tersebut akan mengalami kerugian yang sangat besar karena Ia tidak akan mengalami peningakatan kualitas diri dan mengalami kehidupan yang stagnan.Lantas siapa yang akan menapaki anak tangga yang masih tersisa tersebut?

Tentu saja orang lain yang memiliki tingkat ambisi yang sangat tinggi dan bersabar untuk menapakai setiap anak tangga yang ada dan menikmati fasenya. Ia rela meninggalkan zona nyaman pada setiap fase yang Ia peroleh. Dalam setiap anak tangga yang berhasil ia tapaki banyak hikmah dan yang dapat Ia ambil untuk menemukan berbagai cara agar Ia sampai pada tangga terakhir dalam perjalanan hidupnya.

Tak hanya itu, tanpa Ia sadari kualitas dirinya mengalami peningkatan karena seringkali dibenturkan dengan berbagai permasalahan maupun fenomena-fenomena yang Ia temui dalam setiap fasenya. Fenomena dan permasalahan dapat Ia pecahkan ketika akan menaiki satu tingkatan dalam anak tangga tersebut. itulah yang menjadi media pembelajarannya sehingga kualitas dirinya semakin meningkat dan mampu memberikan motivasi bagi orang-orang disekitarnya.

Kita boleh bangga terhadap capaian yang berhasil kita raih. Namun, kita harus ingat bahwa hidup itu harus bergerak. Tatkala langak kakimu terhenti maka percayalah impianmu yang pernah kau bangun setinggi langit hanya akan menjadi impian dan imajianasi yang terus merusak hati.

Masalah yang selanjutnya ialah malas. Sikap malas seringkali diartikan sebagai suatu sikap tatkala seseorang tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu tanpa ada alasan yang jelas dan pasti. Kalau zaman sekarang kata viralnya adalah mager alias malas gerak.

Malas sendiri mempunyai implikasi yang besar terhadap keberlangsungan umat manusia yang masih bisa bernafas. Tatkala mereka malas melakukan satu hal dalam hidupnya akan membawa bahaya yang berarti bagi hidupnya bahkan bisa menyebabkan hilangnya nyawa.

Contoh yang paling sederhana adalah malas makan. Tatkala seseorang malas untuk makan maka satu tahap awal yang terjadi adalah Ia akan merasa lapar. Ketika seseorang merasa  lapar menandakan organ pencernaan sedang bekerja untuk memperoses makanan yang seharusnya dimasukkan ke dalam tubuh. Akan tetapi, tatkala tidak ada makanan yang masuk maka organ tersebut akan melukai dinding perut yang biasanya ditandai dengan nyeri dahsyat di perut dan mual akibat asam lambung yang naik. Apabila hal tersebut terus menerus dilakukan maka akan mengalami step berikutnya yaitu tipes kemudian liver. Apabila sudah stadium akhir maka akan mengantarkan pelaku malas makan pada kematian.

Malas merupakan kunci yang paling fundamental dalam merusak semua hal yang ada dalam perjalanan kehidupan manusia. Tidak tanggung-tanggung malas mengakibatkan impian yang semula tertata rapi hanya akan menjadi sebuah imajinasi yang hingga mati. Percayalah malas itu bukan watak yang sulit di ubah Ia bermula dari sebuah sikap yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi sebuah habitat atau kebiasaan. Bisa diubah kalau kita mau melakukannya. Menata mindseat dan mengatur waktu bahwa hidup ini bukan untuk hidup tapi hidup adalah untuk Yang Maha Hidup sehingga kita tidak boleh menjadi manusia yang tidak bersyukur dengan membuang-buang waktu dan terus menerus memelihara sikap malas. Yakinlah bahwa ketika seseorang meninggalkan sifat malas maka seribu jalan untuk menuju kesuksesan akan terbuka lebar.

Dua pokok penjelasan dari Akronim jamu pulas ini sebenarnya saling berkaitan. Ketika seseorang mudah puas Ia akan merasa malas untuk mencapai capaian selanjutnya yang seharusnya bisa Ia lakukan. Jika sudah demikian maka kegagalan dan kehidupan yang stagnan yang dapat dinikmati hingga maut menghampiri. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita menghindari sikap mudah puas dan malas dan serta selalu meningkatkan kualitas guna mencapai impian yang pernah terlintas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *