Semilir angin Bawalah jauh puing-puing ratapan Jauh, hingga tiada sisa lagi Ke dasar samudera Ke ujung Cakrawala Ke manapun, asalkan Selengkapnya
Headlines
Kategori: Puisi
Teruntuk Ibuku
Dua puluh tahun berlalu Tulus pengorbananmu tak henti-hentinya ditelan waktu Kau bagai pelita yang benderang dalam dalamnya Malam Kau bagai Selengkapnya
Sang Pemimpin Negeri
Di tengah perihnya negeri Kau tetap kokoh berdiri Meluluhkan tirani Demi pertempuran yang belum kita jalani. Tanpa ragu kau melangkah Selengkapnya
Salam Purnama
Tiada hari tanpa malam, Tanpa malam kalau tak ada siang, Malam purnama yang istimewa, Pertunjukkan langit mulai hadir dengan kreasinya, Selengkapnya
Ibu, Kau Mendengarku?
Ibu… kau tau, Tanahmu tanah surga Lautmu laut mutiara Gunung-gunung terpaku rapih Pohon-pohon gagah berdiri Daunnya melambai Menyapa alam Selengkapnya
Cinta yang Tersembunyi
Sore itu, Aku seperti daun yang sedang diuji kesetiaan pada hujan Kamu yang datang menerkam detak jantung Membawa berjuta kepak Selengkapnya
Yulia
Lama terlewatkan masih dirasakan Kebisingan setiap mulut dari wajah yang merengut Hamparan dendam dan bahasan kedendaman mengalir mengikuti alunan debar Selengkapnya
Harap dalam Pijar
Kumparan bertaut tanpa tepi Menembus titik hingga terkunci Lariku hilang tak kau mengerti Namun ku lihat kau setia menanti Selengkapnya
Pergi Saja
Pergi Saja… Jangan datang saat butuh saja Sementara lenyap saat aku ingin bicara Jangan mencari saat kesepian saja Sementara menghindar Selengkapnya
Menanti Mentari
Hitam malam seakan menggerutu tuk lekas akhiri gelapnya… Seakan sesak menanti harapan hadirnya mentari… Tahukah kau wahai siang penghadir secercah Selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.










