Di tengah perihnya negeri
Kau tetap kokoh berdiri
Meluluhkan tirani
Demi pertempuran yang belum kita jalani.

Tanpa ragu kau melangkah pasti
Dengan gagah kau kepalkan tangan kirimu
Tiada rasa takut, kau maju terdepan
Bahkan kau rela mati demi sebuah pembelaan.

Bukan perihal siapa yang menang
Tapi tentang siapa yang memiliki jiwa kemanusiaan
Tanpa mengharap imbalan
Walau hanya lima ratus perak uang.

Engkau embun tetesan tradisi
Melawan matahari
Demi terciptanya pelangi
Melumat kata, menumbuk duri.

Kau tanaman nilai-nilai Trilogi
Guna tumbuh suburkan kader-kader berkualitas tinggi
Bekerja tabuh genderang globalisasi
Saksi bisu atas nilai perjuangan hakiki.

Pembela manusia pinggiran
Yang tak pernah diadili keberadaannya
Kau suarakan pembelaan
Hingga berhentinya penindasan.

Baca Juga  Do'a untuk Anakku
Tohirotus Sholikhah
Bertahan Hidup dengan Cinta

    Berbohong dari Covid-19

    Previous article

    Mendobrak Paradigma Filsafat yang Menyesatkan

    Next article

    You may also like

    Comments

    Ruang Diskusi

    More in Puisi