Hidup adalah anugerah, penuh dengan kisah lika-liku. Setiap manusia pasti merasakan cobaan hidup yang berbeda-beda. Tetapi, kehidupan seperti itu harus Selengkapnya
Headlines
Kategori: Cerpen
Cepen: Pembalap Jaket Hijau
Tepat di depan angkringan “Asshiyap” motor dengan status statis bersarang setelah melaju dengan cepat. Ku lihat wajah heran sambil memegang Selengkapnya
Kotak Kayu Mahkota
Akhir dari cita yang dibalut duka Pemuda itu terlihat gelisah. Tangan kirinya memegangi dagu, sedang bola matanya bergerak-gerak seolah mencari Selengkapnya
Jangan Biarkan Aku Terenyuh, Kyai!
Pukul setengah tiga dini hari, Desa Tanjung Sari lengang dan sunyi. Hanya Pesantren Al-Mu’tazza yang mulai berdenyut ramai. Sebagian santri Selengkapnya
Langkahku Bersamanya
Hari berganti hari, waktu berganti waktu dan jam terus berputar seperti biasanya. Daun yang tertiup angin terlihat melambai-lambai. Udara dingin Selengkapnya
Gus Yan yang (Tidak) Fanatik
Dari raut wajahnya, Gus Yan terlihat agak jengkel kepada Aceng. Pembicaraan itu ternyata memberikan efek luar biasa kepada Gus Yan. Selengkapnya
Hanya Sebuah Ilusi dan Harapan Semata
Setelah aku buka HP dan WA Aku mendapatkan pesan darinya Pesan yang ada hubungannya dengan wisuda Untuk mendapatkan sebuah gelar Selengkapnya
Kini, Aku Harus Berlari Tanpa Kaki
“Aku sangat mencintaimu, walaupun tak pernah kuungkapkan secara langsung.” Bagiku, Bapak adalah cinta pertamaku yang memberikan kekuatan untuk menghadapi semua Selengkapnya
Surat Cinta Untuk Mantan Napi
Keadaan memanas. Ia pun terdesak. Seluruh mukanya hancur tak berbentuk. Hanya sebelah matanya saja yang berfungsi normal. Darah segar mengalir Selengkapnya
Hadiah di Ulang Tahun Ka Marwah
Hawur Kuning, 20 july 1999, waktu ketika Rahma kali pertama menginjakan kaki di sebuah pondok salaf. Kala itu, ia masih Selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.










