Tak terasa perjalanan sang waktu
Membawaku kepada puncaknya rasa rindu
Aku,…
Meski terlihat sendu tapi memberanikan diri tuk merayu
Aku siap menyambut kedatanganmu
Bersedia memecahkan besarnya celengan rindu
Menyambutmu,
Wahai tamu Agung
Tak hanya aku,
Tapi, ribuan umat telah menanti hadirmu
Ramadlan,
Ku ingin memberitaukan sebuah persoalan
Ini bukan tentang siapa yang datang, kemudian menghilang
Dan ini bukan tentang siapa yang tidak kuat godaan
Tapi,
Ini tentang siapa yang bertahan menunjukkan kesetiaan
Dan tentang siapa yang tahan rintangan godaan syetan
Tentang menahan rasa lapar
Menahan dahaga di lautan telaga
Menahan diri dari nafsu yang selalu mengganggu
Yang terkadang berani lepas dari belenggu
Ramadlan,
Aku ingin berpesan
Tolong sampaikan ini kepada Tuhan
Bahwa aku ingin menguntaikan sebuah ungkapan
Terima kasih, Tuhan
Engkau telah pertemukan aku dengan bulan yang ku dambakan
Bulan yang ku nanti-nantikan dengan kerinduan
Engkau memberitahuku sebuah harapan
Yakni luasnya lautan ampunan
Semoga jalan kebenaran selalu Engkau tunjukkan
Terima kasih, Ramadlan
Engkau telah datang dengan membawa kebahagiaan
Membawa keberkahan dan kedamaian
Tak lupa lautan ampunan yang kau berikan
Menyejukkan hati yang kekeringan
Mengharumkan napas yang tertahan
Menangkan rasa kegelisahan
Menerangi hati yang penuh kegelapan
Ku harap kita dipertemukan di tahun depan
Dengan bertambahnya keimanan
Semoga Tuhan kabulkan
Oleh: Siti Anisa Nur Fitriani, Sekretaris Umum Organisasi Pondok Pesantren Nurul Furqon, Ketua ORDA (Organisasi Daerah) Rembang Planet Nufo, Pengurus IPPNU Planet Nufo







