Putri Aisyah dan Big Dream di Planet Nufo

Putri Aisyah Nurul Iman (PAN-I), atau yang akrab dipanggil Putri Aisyah, sudah sepekan berada di rumah.

Putri Aisyah, adalah salah satu Santri Remaja (Sanja) Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO Rembang.

Keberadaannya di rumah dalam rangka libur sekolah di bulan suci Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Selama sepekan di rumah, saya mengamati dan memperhatikan tampak terlihat perubahan besar dalam diri Putri Aisyah.

Bacaan Lainnya

Setidaknya ada 3 (tiga) perubahan mendasar dalam diri Putri Aisyah sepulangnya dari Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO Rembang, yakni kedewasaan berpikir, kecakapan berbicara, dan ketelitian bertindak.

Kedewasaan berpikir Putri Aisyah terlihat dari cara berpikirnya yang logis dalam menyikapi suatu persoalan.

Sebagai contoh, ketika dia mendapatkan informasi yang meragukan dari temannya, dia tidak langsung percaya. Dia butuh bukti yang bisa diterima logikanya.

Dengan mengikuti aturan logikanya, dia akan mengklarifikasi atau menganalisa kebenaran informasi tersebut.

Ini menjadi bukti Sanja Planet Nufo sudah diajarkan tentang berpikir logis-analitis.

Dalam hal kecakapan berbicara, Putri Aisyah sudah bisa memilih diksi yang bagus dalam berbicara, sehingga narasi yang terbangun saat berbicara mudah dipahami dan dimengerti oleh lawan bicaranya.

Hal ini menggambarkan adanya kemajuan literatif intelektual-akademisnya selama menjadi Sanja di Planet NUFO.

Dan ketelitian bertindak Putri Aisyah juga sangat baik saat ini.

Dalam setiap tindakan, dia selalu mengedepankan ketelitian dan kehati-hatian.

Aturan nilai dan hukum menjadi acuan dalam bertindak. Saat mau bertindak, dia akan mempertimbangkan dulu, baik dan buruknya.

Artinya, selama menjadi Sanja di Planet NUFO, Putri Aisyah sudah diajarkan tentang disiplin pada nilai dan aturan yang berlaku.

Saya yakin, ketiga perubahan besar dalam diri Putri Aisyah, juga dialami oleh teman-teman Sanja yang lainnya.

Selain mengamati dan memperhatikan ketiga perubahan tersebut di atas, saya juga menyimak kembali hafalan Al Qur’annya.

Salah satu metode yang saya terapkan, sesuai anjuran Dr. Mohammad Nasih Mudzakkir (sebagai Pengasuh Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO) dan juga mentornya, Ustadzah Endah, yakni Muraja’ah.

Metode muraja’ah merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dengan cara mengulang kembali hafalan yang sudah pernah dihafalkan untuk menjaga dari lupa dan salah.

Dengan metode ini, saya bisa melihat langsung kemampuan Putri Aisyah dalam meng-Irob Al Qur’an (IQ) sangat baik.

Bahkan, ketika saya sandingkan dengan kakaknya (yang memiliki kecerdasan dasar yang sama) yang juga menghafal Al-Qur’an, Putri Aisyah dalam meng-Irob Al Qur’an, IQ nya lebih tinggi di atas kakaknya.

Ini adalah bukti empiris bahwa Sanja Planet NUFO benar-benar dibekali kemampuan dasar dalam belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Bahkan, yang luar biasa lagi, meski berada di masa libur sekolah, Putri Aisyah maupun Sanja yang lain, masih diharuskan daring untuk setoran hafalan Al Qur’annya dan Muraja’ah kepada masing-masing mentor (Ustadz/Ustadzah) belajarnya.

Ini adalah kebijakan luar biasa, yang mungkin tidak ada di pesantren maupun sekolah-sekolah pada umumnya.

Dan saya secara pribadi juga sering berdiskusi dengan Dr. Mohammad Nasih Mudzakkir selaku pengasuh pesantren tentang perkembangan belajar Putri Aisyah, baik saat berada di pesantren maupun saat berada di rumah.

Ini menjelaskan betapa perhatian dan pedulinya pengasuh maupun Ustadz/Ustadzah terhadap proses belajar dan perkembangan belajar para Sanja-nya.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah, apa faktor penyebab terjadinya perubahan besar dan meningkatnya kemampuan IQ Putri Aisyah saat ini ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya akan memulai dengan 3 (tiga) pertanyaan Dr. Mohammad Nasih Mudzakkir kepada Putri Aisyah, dan jawaban Putri Aisyah atas pertanyaan beliau.

Pertama, faktor apa yang membuat Putri Aisyah betah di Planet NUFO?

Ada 3 (tiga) faktor yang menjadikan Putri Aisyah betah (belajar) di Planet NUFO. (1) Putri Aisyah mendapatkan ilmu-ilmu baru yang mungkin jarang atau bahkan tidak ada di pesantren atau sekolah-sekolah lain. Misalnya, belajar sambil berwirausaha, belajar sambil bercocok tanam, belajar sambil beternak, belajar sambil menggembala, belajar sambil berorganisasi, dan masih banyak lagi.

(2) Keinginan Putri Aisyah untuk bisa terus berkembang. Karena seringnya mendapatkan motivasi dari Abah Nasih (panggilan akrab Dr. Mohammad Nasih) untuk tumbuh kembang meraih masa depan.

(3) Motivasi dari lingkungan sekitar. Yakni motivasi dari para Ustadz/Ustadzah maupun teman-teman Sanja-nya. Sehingga Putri Aisyah ingin selalu bersama dan membersamai mereka.

Kedua, apa yang membuat semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an?

Putri Aisyah punya target yang harus dicapai, mendapatkan banyak motivasi selama belajar, pencapaian IQ yang tinggi, dan punya mimpi besar (big dream) untuk meraih masa depan.

Ketiga, kalau Abah Nasih mengajar, Putri Aisyah senang atau tidak senang?

Putri Aisyah sangat senang kalau diajar oleh Abah Nasih. Karena setiap mengajar, Abah Nasih selalu memberikan harapan-harapan besar tentang masa depan yang harus dicapai. Misanya, Sanja Planet NUFO harus cerdas (dengan ilmu), kaya (dengan harta), dan berkuasa (dengan kuasa).

Dari ketiga pertanyaan Abah Nasih, dan jawaban Putri Aisyah ini, sejatinya sudah menjawab pertanyaan saya di atas.

Ketiga hal inilah yang menjadi faktor penyebab terjadinya perubahan besar dan meningkatnya kemampuan IQ Putri Aisyah sebagai Sanja Planet NUFO Rembang saat ini.

Oleh: Gunawan Trihantoro, Wali Sanja Putri Aisyah Nurul Iman, Penulis buku Cinta Karya Tuhan dan buku Novel Puasa Zahier.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *