Pagi seolah tak bermentari
Padahal rasa hangat menyelimuti diri
Dhuha menjadi saksi
Saat aku tak lagi mampu membendung air mata yang akan membanjiri pipi
Evaluasi beberapa tahun terakhir
Suara itu membuatku semakin khusyuk dalam tangisan
Segenap kasih sayang dibungkus dengan ketulusan
Tapi ia benada agak tinggi
Mengharapkanku tuk terus belajar
Untuk menjadi khair an nass di masa depan
Tiada pilu malam ini
Ku mencoba mempertahankan raga dan jiwa agar tetap sevisi
Menutup mata rasanya berat sekali
Seperti ada hutang yang siap ditagih esok pagi
Memang aku salah
Membiarkan hati tertikam luka
Pun membiarkan diri dianggap sebelah mata
Terkadang semua itu ku anggap sebagai rasa benci
Ternyata sebagian dari rasa peduli
Oleh: Syifauddiin







