Sejuta Rintangan dan Warna-Warni Impian

Masih dalam fase mencari?

Mencari warna-warni isi hati

Lukisan belum tergores rapih

Tanpa kedatangan seorang kekasih

Bacaan Lainnya

 

Sampai kapan aku akan terpenjara?

Di rantai oleh penghianatan

Aku tak tahan dengan sayatan bara

Yang sakit tak berkepastian

 

Waktu mengubah semua

Jarum jam berpindah tempat

Begitupun dengan rasa terhadap lawan raga

Aku mencari yang tepat untuk mengumpat dari segala keramat

 

Menjadi lentera dari suramnya kebutaan

Dan aku membidik cahaya

Sekarang, aku menemukan warna-warni impian

Di setiap perngorbanan pasti ada pemenangnya

 

Pengorbanan itu melintas melewati kencangnya topan

Melewati halaman bumi yang fana

Menyapu gelanggang kotor yang penuh kepahitan

Dan itu semua terlewati begitu mudahnya

 

Aku sudah mendapatkan itu semua?

Jelas belum seluruhnya

Satu babak terakhir untukku lewati

Memperjuangkan yang aku dapatkan dari sebuah pengorbanan

 

Aku menulis puisi ini dari keringat yang kuhasilkan

Aku ingin kau dapat ,melihat sebuah pengorbanan

Tidak hanya menikmati hasil dari gelanggang bersihku

Kau juga harus berpatisipasi dalam pengorbananku

 

Kau menjadi motivasi saat diriku tersungkur runtuh

Dan aku melihat kewibaan dalam dirimu

Kau menjadi benteng saat diriku bodoh

Ternyata partisipasi darimu sangat berarti untukku

 

#13 Januari 2023 – 12.32#

 

Oleh: Siti Aulia Nalilal Hidayah Ahmad,  Santri-Murid Kelas VIII SMP Alam Nurul Furqon Mlagen Pamotan Rembang asal Jepara

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *