Percaya atau tidak, masalah sesederhana apapun kalau tidak ditanggapi dengan serius pasti akan menghasilkan dampak atau efek yang luar biasa. Bullying adalah salah satu contohnya. Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang bersifat negatif yang tujuannya adalah menyakiti, merendahkan, atau menjatuhkan harga diri orang lain. Hal ini terjadi karena ada kesenjangan power (kekuatan) antara pelaku dan korbannya.
Di dalam agama Islam, Bullying merupakan salah satu tindakan yang dilarang. Hal ini disebutkan dalam al-Qur’an Surat al-Hujurat ayat 11 :
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan janganlah juga perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”.
Dalam Tafsir Al-Maraghi, ayat ini turun berkenaan dengan teguran atas ejekan yang dilakukan oleh Bani Tamim kepada para Sahabat yang miskin. Terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan bullying secara umum dalam ayat ini.
Pertama, yaskharu (mengolok-olok), yaitu menyebut kekurangan orang lain dengan tujuan menertawakan yang bersangkutan. Kedua, talmizu (mengejek), bisa dengan perkataan langsung ataupun isyarat. Ketiga, tanaabadzu yakni saling memberi gelar yang buruk. Ketiga jenis perbuatan tersebut termasuk dalam kategori bullying. Selain itu, di dalam al-Qur’an juga disebutkan beberapa perbuatan lain seperti mengumpat (Q.S.Al-Humazah:1), menggunjing, dan berprasangka buruk (Q.S.Al-Hujurat:12).
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kaum Mukminin supaya jangan ada suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olok itu, di sisi Allah jauh lebih mulia dan terhormat dari mereka yang mengolok-olok.
Demikian pula di kalangan wanita, jangan ada segolongan wanita yang mengolok-olok wanita yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olok itu disisi Allah lebih baik dan lebih terhormat dari wanita-wanita yang mengolok-olok. Allah melarang kaum mukminin mencela kaum mereka sendiri karena kaum mukminin harus dipandang satu tubuh yang diikat dengan kesatuan dan persatuan.
Allah melarang pula memanggil dengan panggilan yang buruk seperti panggilan kepada seseorang yang sudah beriman dengan kata-kata: hai fasik, hai kafir, dan sebagainya. Dan barang siapa yang tidak bertobat maka mereka itu termasuk orang yang dzalim.
Pada dasarnya, setiap manusia memiliki sisi positif dan negatif. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Oleh karena itu, manusia yang bijak adalah yang mampu membedakan dan menyikapi kedua sisi itu dengan baik, bukan memandang apalagi merendahkan hanya dari satu sisi saja. Kita terkadang tidak tahu dan tidak merasakan dampak hebat seperti apa yang ditimbulkan dari perilaku bullying itu. Adapun dampak dari perilaku bullying bagi pelaku, korban, dan orang yang menyaksikan adalah:
- Depresi dan kecemasan
- Keluhan kesehatan
- Prestasi akademik menurun
- menyalahgunakan alkohol dan narkotika
- Sering berkelahi
- Melakukan seks di usia dini
- Berpotensi jadi kriminal
- Bersikap kasar erhadap pasangan
Adapun solusi yang ditawarkan agar terhindar dari bullying ialah memiliki sikap sosial terhadap orang lain, menumbuhkan sikap toleran, menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap seseorang dan menumbuhkan sikap menghargai seseorang.
Oleh: Muinnatu Luthfiyah, Disciple Monash Institute angkatan 2021





