Sapaan Tuhan Pagi Hari

Setiap manusia sudah tentu memiliki persepsi yang berbeda dalam menginterpretasikan waktu pagi. Pagi dengan sejuta keindahan, selalu menyapa manusia dengan amat lembut. Di situlah waktu yang tepat bagi manusia untuk menghirup kesejukan dan keindahan dengan sejuta kebaikan.

Udara segar yang diiringi dengan embun-embun pagi, membuat waktu di pagi hari itu menjadi suatu nikmat yang dihadiahkan Tuhan (Allah Swt) kepada manusia. Atas dasar itulah kemudian, waktu pagi dapat kita katakan sebagai sapaan hangat Sang Pencipta kepada hamba-Nya. Maka, merugilah manusia yang melewati paginya dengan bermalas-malasan di atas ranjang  mereka.

Dalam Agama Islam, bangun pagi dikatakan sebagai sebuah anjuran untuk dilaksanakan, seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam QS Al Isra, ayat 78 “dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Sedangkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ath Tahabrani, Rasulullah SAW mendoakan umat Islam yang bangun pada pagi hari (“keberkahan bagi umatku, mengalir di waktu pagi mereka”).

Waktu pagi merupakan waktu yang sangat tepat untuk menjernihkan otak setiap manusia. Melalui kejernihan otak itu, kemudian dapat mempengaruhi kesetabilan fisik atau dalam makna lain, setiap manusia yang bangun di pagi hari akan dapat memiliki kesetabilan fisik serta mental. Dengan begitu, tidaklah keliru jika dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan, bahwa manusia yang bangun di pagi hari jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan manusia yang melewati waktu paginya.

Bacaan Lainnya

“Do good and good will come to you” sebuah quote yang di posting @science of positivity. Ketika kita melakukan sesuatu yang baik, maka kita akan didatangi oleh suatu kebaikan.

Bangun pagi adalah sebuah kebaikan, sekaligus salah satu simbol kedisiplinan hidup setiap manusia. Pepatah Arab mengatakan, “al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka”. Waktu itu, ibarat pedang, jika kau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu.

Kedisiplinan merupakan salah satu bagian dari kunci kebahagiaan hidup. Ia lah salah satu kunci yang harus dimiliki dan dinikmati oleh manusia dengan baik, terlebih-lebih hari ini, dan khususnya para kaum muda Indonesia yang akan menjadi penerus generasi bangsa selanjutnya.

Ingatlah bahwa, bangsa yang berperadaban adalah bangsa yang menghargai waktu (menggunakan waktu dengan baik dan tepat). Oleh karenanya jika kemudian kita mengharapkan sebuah peradaban yang baik, salah satu kunci dari sekian banyak kunci yang ada adalah kesadaran manusia atas sumpah Tuhan (Allah SWT) atas waktu;

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menesehati suapaya mentaati kebenaran dan nasehat menesehati supaya menetapi kesabaran”. (Q.S. Al-‘Asr, ayat 1-3).

Oleh: Muhammad Ali BagasPecandu Filsafat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *