Teruntuk dirimu yang jauh di sana
Ini tentangmu
Seseorang yang mungkin sedang berkelana
Mungkin juga tidak ditakdirkan tuk bertemu
Aku tak mengerti tentang sebuah kehadiran
Aku juga tak paham tentang arti kepergian
Yang kutahu, hanyalah perasaan
Yang akan menjadi sebuah kerinduan
Saat ini, waktu demi waktu kulalui
Melaju, seolah tak ada sekat penghalang
Tiada stagnasi, tanpa negosiasi
Tiada pemutaran waktu pula, tuk diulang
Semesta, telah memberiku sebuah pertemuan
Namun, takdir pun mengajarkanku tentang perpisahan
Yang mungkin terjadi, hanyalah nostalgia yang bersua
Juga rindu, yang menjelma menjadi do’a
Teruntuk: dirinya (yang jauh di sana)
Oleh: Putri Aisyah Nurul Iman (PAN-1), Wakil Ketua OSIS SMP Alam Nurul Furqon Mlagen Rembang, Pimpinan Redaksi Lembaga Pers Siswa (LPS) SMP Alam Planer Nufo.








mantap