“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebahagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, ( maka bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”

Surah An-Nisa ayat 19

Hadirnya Islam sebagai Agama Allah memang telah mengubah harkat dan derajat seorang wanita. Jika sebelumnya pada jaman jahiliah wanita sangat tidak berharga, bahkan memiliki seorang anak wanita di anggap sebuah aib untuk keluarganya. Namun, dalam Islam diri seorang wanita sungguh sangat dijaga dan dihargai.

Di tambah dengan perjuangan seorang Kartini untuk emansipasi wanita. Yang dulunya wanita tidak bebas menentukan pilihan bahkan mereka tidak mempunya pilihan sama sekali karena terlahir sebagai seorang wanita yang selalu diperlakukan beda dengan kaum pria.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah seorang pahlawan yang ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dari keberanian dan pengorbanan yang tulus, Dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Dengan upaya awalnya itu kini wanita di Negeri ini telah menikmati apa yang disebut dengan  persamaan hak. Di mana wanita telah bebas menentukan arah tujuannya sendiri, mau sekolah setinggi-tingginya, mau bekerja atau menjabat sebagai apapun tidak lagi menjadi sebuah masalah.

Baca Juga  Selamat Tinggal Ranking!

Yang menjadi problem sekarang ialah tergoresnya nilai moral dan etika memberi dampak signifikan pada perubahan perilaku dan cara bersikap para wanita jaman now. Mudah terpengaruh dengan budaya luar, apalagi di era globalisasi yang segalanya telah tersedia dengan rapi dan hal itu memang tidaklah dapat  untuk dihindari. Tinggal kita mau memanfaatkannya untuk kebaikan atau sebaliknya kita hanya di jadikan sebagai permainan yang mudah terbawa kesana-sini dengan budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Agama Islam.

Perubahan seperti masalah Fashion,  perempuan yang tadinya sopan dan santun baik dalam cara Ia bersikap maupun caranya dalam hal berpakaian perlahan-lahan mulai bergeser mengikuti tradisi ala kebarat-baratan, hal tersebut membentuk belief dalam diri para kaum wanita inilah yang menjadi penyebab kaum wanita di dunia beramai-ramai ingin tampil cantik. Berpakaian ala Muslimah atau tertutup dibilang bukanlah style pada masa sekarang atau sudah ketinggalan jaman.

Tetapi dalam hal mendapatkan kata cantik itu moral para wanita mulai menurun, dan lelakipun tidak ada kata segan lagi dalam meleceh kan mereka. Banyak sekali kasus yang menjadikan wanita sebagai korbannya, entah itu perkosaan, pelecehan seksual, perzinaan, dan lain sebagainya yang miris. Sangat-sangat melecehkan dan merendahkan kehormatan wanita.

Apakah memang laki-laki zaman sekarang sudah sedemikian bejat dan kurang ajar sehingga menghinakan wanita? Apakah mereka hanya berpikiran bahwa wanita adalah tempat pelampiasan nafsu mereka semata? Apakah mereka mengira wanita itu bagaikan bunga di tepi jalan yang bisa dipetik setiap saat kemudian dicampakkan begitu saja? Atau mereka pikir wanita ibarat rokok yang setelah sarinya habis mereka hisap lantas puntungnya mereka buang dan diinjak-injak dengan kaki mereka?  biadab sekali laki-laki itu!

Baca Juga  Sudah Siapkan Koper, Akankah Din Syamsuddin Ditangkap?

Pernahkah tidak berpikir dan merenung dalam-dalam mengapa pria-pria itu berbuat demikian? Apakah hal itu murni kesalahan mereka atau jangan-jangan ada faktor lainnya yang mendorong mereka melakukan pelecehan terhadap wanita ?  Kaum laki-laki adalah makhluk visual, tentunya mereka lebih menyukai apa yang tersurat dari pada yang tersirat. Oleh karena itu, salah satu yang membuat pria tertarik pada wanita pertama kali adalah fisik dari si wanita.

Ketika bunga mekar maka tampaklah kecantikannya oleh sang kumbang. Sang kumbang pun tertarik untuk mendekatinya dan merampas madu bunga, lantas setelah puas, sang kumbang akan meninggalkan bunga itu begitu saja. Dan bunga itupun akhirnya layu dengan cepat… Habis manis, sepah dibuang. Lain halnya dengan bunga cantik yang terlindungi dari Pandangan kumbang. Bunga itu tidak akan terjamah oleh kumbang-kumbang yang tidak bertanggung jawab.

Dan wanita ibarat bunga yang cantik itu. Jika seorang wanita menampakkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya, sungguh, kebanyakan dari para lelaki akan terpesona karenanya. Hawa nafsunya akan menyuruhnya untuk menikmati sang wanita itu, entah itu dengan memandangi wajah dan tubuh sang wanita terus-menerus, entah dengan menyentuhnya, atau… entah dengan tindakan bejat lainnya. Hanya lelaki hidung belang dan kurang imannya yang akan memuaskan hawa nafsunya dengan hal yang haram tersebut.

Keuntungan apakah yang diperoleh dari membuka aurat ? Kebebasan? Bahagia karena dipuji orang sebagai wanita seksi? Biar laris jodoh? Gampang dapat pekerjaan? Dapat tawaran jadi model atau artis? Atau seribu satu kenikmatan hidup lainnya? Jika  berpikir bahwa wanita akan mendapatkan keuntungan yang besar dari membuka aurat maka itu telah salah besar.

Baca Juga  Karena Iman Kepada Al-Kitab, Dua Anak SMP Tolak Hormat Kepada Bendera Merah-Putih

Kura-kura merasa keluar dari tempurungnya adalah suatu kebebasan, tapi sebenarnya ia telah mencelakai dirinya sendiri dari berbagai mangsa. Seperti itulah di ibaratkan seorang  wanita yang menampakkan auratnya yang merasa punya kebebasan tapi sebenarnya itu malah membahayakan dirinya sendiri.

fitrah seorang manusia pastilah malu untuk memperlihatkan auratnya dan malu jika orang lain memandang auratnya. Terlebih lagi bagi seorang Muslimah yang komitmen terhadap ajaran agamanya. Seorang Mukminah tentu akan melaksanakan apa saja yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk di antaranya adalah perintah untuk menutup aurat. Ketahuilah, tidaklah Allah memerintahkan sesuatu perkara kepada hamba-Nya kecuali pasti perkara itu bermanfaat bagi hamba-Nya.

Memang wanita tidak bisa disalahkan seutuhnya dalam hal ini, karena kaum pria juga seharusnya bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang batil. Tetapi setidaknya kaum wanita juga mengadakan antisipasi dengan salah satu caranya yaitu berpakaian dengan menutup aurat atau sopan. Karena biasanya kejahatan terjadi bukan karena direncanakan tetapi karena adanya kesempatan.

Jadi jangan seperti bulan yang membuat orang leluasa memandang kecantikannya  tapi Jadilah seperti matahari yang membuat orang menunduk sebelum memandang keindahannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aida Fitri
Sebab tak semua rasa yang terlintas di kepala atau yang di rasa tak selalu dapat di ungkap lewat kata. Terkadang ia menagih diejawantahkan melalui aksara. Bagi saya, menulis adalah sebuah candu. Meski hanya menulis sesuatu yang sangat sederhana sekalipun

    Jakarta, Depok, Semarang, dan Rembang; Empat Tempat Tepat Menghafalkan Al-Qur’an

    Previous article

    PAK NADIEM, BERESKAN GURU! (Surat Terbuka Untuk Mendikbud)

    Next article

    You may also like

    Comments

    Ruang Diskusi

    More in Budaya