Modernisasi Pesantren: Tantangan atau Kemudahan?

Modernisasi adalah sebuah proses yang terus berlangsung dari masa ke masa dan menghasilkan berbagai produk berupa pola hidup, kebudayaan, gaya hidup manusia dan banyak aspek lainnya. Kehadiran modernisasi di samping membawa tantangan-tantangan, tetapi juga menawarkan kemudahan-kemudahan bagi manusia. Selain itu, adanya modernisasi juga memproduksi model-model belenggu baru yang jauh lebih dahsyat, di antaranya dengan munculnya perilaku konsumtif di kalangan masyarakat dan generasi muda sebagai implikasi pembangunan ekonomi yang kian mengglobal. Ciri munculnya perubahan gaya hidup ini terlihat pada kegandrungan terhadap budaya barat, gaya hidup instant, perilaku konsumtif yang mengarah pada hedonisme.

Seiring perkembangan peradaban manusia, turut pula menentukan berkembangnya modernisme yang bergerak dari paham Theosentris kepada Antroposentris. Aliran Theosentris menyatakan bahwa Tuhan menjadi sentra pemikiran kefilsafatan sementara yang terakhir manusia menjadi pusatnya. Dengan Theosentris manusia mengarahkan orientasi dan dasar hidupnya bagi kepenuhan hidup kerohaniahan untuk mencapai keselamatan jiwa, sementara antroposentris manusia berusaha menggapai kelimpahan dan kenikmatan kebutuhan secara sporadis dan temporer.

Adapun untuk pengaruh modernisasi dapat dirasakan oleh berbagai kalangan. Namun, dalam tulisan ini lebih memfokuskan kepada pengaruh modernisasi terhadap efektifitas pondok pesantren. Pada masa disrupsi, modernisasi memang berkembang dengan cepat, mau tidak mau pesantren harus menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Misalnya, sistem pesantren dulu diawali hanya dengan  belajar kitab menggunakan sistem bandongan dan sorogan kemudian bergeser paradigma yang sekarang ini ada beberapa pondok pesantren yang  punya  sekolah formal.  Adapun untuk tantangan-tantangan yang dihadapi pondok pesantren di era modernisasi adalah pesantren harus bisa mengoptimalkan era saat ini dengan sebaik mungkin, karena bisa jadi modernisasi dapat berpengaruh pada hal-hal negatif.

Dalam hal penggunaan teknologi misalnya, adanya modernisasi justru memudahkan bagi setiap khalayak dalam mengakses berbagai hal dikarenakan perkembangannya yang sangat pesat. Contohnya, di era sekarang ini kegiatan kajian bisa di ikuti oleh semua orang tanpa harus hadir di tempat karena sudah menggunakan virtual. Perihal barokah, waallahu a’lam. Harapannya tetap mendapatkan barokah karena sama-sama kajian hanya saja lewat virtual.

Bacaan Lainnya

Adapun pengaruh modernisasi pada santri yaitu tergantung pada diri santri sendiri bagaimana mereka mampu mengambil hal positif di era modernisasi, mampu mengendalikan diri mereka katika bergaul, dan mampu memberi contoh yang baik kepada orang-orang di sekitarnya.

Oleh: Muinnatu Lutfiah (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *