Mengharap Pelangi di Bulan Februari

Mengharap Pelangi di Bulan Februari

Selamat tinggal Januari, Selamat datang Februari

Dalam hitungan jari, kita akan bertemu

Lantas, apa harapanmu?

Sudahkah ada perubahan awal tahun ini?

Bacaan Lainnya

Mimpi memang harus tinggi hingga tak ada yang menandingi

Namun, cukupkah hanya hidup dalam mimpi?

Kurasa tidak

Lalu, masihkah kau betah membangun banyak imaji?

Tanpa ada aksi yang berarti?

 

Februari, ku tak sabar ingin bertemu

Untuk mencurahkan segala gundah gulana di benakku

Aku ingin mengatakan hal yang tak sempat ku katakan dahulu

Agar aku tak lagi jatuh ke jurang Peru

Itulah harapanku

Rasanya, kakiku tak mampu lagi menopangku

Ku butuh uluran tanganmu

Raga, jiwa dan rasa yang selalu menyediakan ruang bagimu

Hanya saja, caraku menjamu belum memuaskanmu

 

Februari, aku masih memegang pengharapan ini

Hingga Sang Ilahi berucap “Berhenti”

Jika nanti aku kehilangan mimpi

Ku harap engkaulah yang membantuku berdiri

Kaulah pena Sang Ilahi

Aku ingin ada pelangi di Bulan ini dan hatimu tak lagi sepi

Ayo melangkah, agar kau bisa menikmati pelangi

Tinggikan pengharapan, buat aksi yang berarti

Sebab, kaki ini masih terlalu belia untuk berhenti

Melangkahlah lagi, lagi dan lagi.

*Oleh: Ahmad Muntaha, pejuang senja yang hampir ketemu cinta sejatinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *