Bertabur dan berukir, bak kisah elok mengalir
Memuja meminta dalam senyap dan dzikir
Puing asa bergetar dalam pikir
Mengeja semesta dalam setiap bulir
Potretmu tak akan sanggup hilang
Dalam gerusan zaman yang malang
Pijakku tak izinkan tumbang
Hingga detik bergerak menang
Jalanku terseok meminta ampun-Mu
Tak terhitung bertapa jatuh melahirkan malu
Pada-Mu yang selalu meramu
Dalam patah terinjak bertamu
Lorong-lorong gelap itu membuatku kecil
Menapakkan kaki terasa menggigil
Namun kasih-Mu tak henti memanggil
Kuatkan raga hingga bersinar tampil
Jemariku gusar menggenggam uraimu
Hingga tak sadar terlepas satu
Namun kekuatamu tak henti menemu
Dalam kalutku kau lesatkan peluru
Denting-denting terdengar semakin nyata
Menghujam sunyiku yang kian gulita
Menyorotkan secercah lentera
Dalam kalahku, Kau adalah pelita







