Secara umum, digitalisasi merupakan suatu hal tidak lepas dari kehidupan manusia saat ini, terutama dalam hal bisnis. Usaha e-commerce beberapa tahun terakhir sangat digandrungi oleh banyak pihak. Hal ini sesuai hasil riset berbagai macam pihak, seperti Google Indonesia, Asosiasi E-commerce Indonesia, dan TNS.
Mereka menyataan bahwa pada 2013, nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai 8 miliar dollar. Bisa kita bayangkan betapa tingginya nilai valuasi tersesebut sekarang ini. Ada berbagai macam jemis flatform e-commerce yang sangat menunjang kehidupan ekonomi manusia, salah satunya ialah Gojek. Gojek merupakan software yg dibuat Nadhiem Makarim yang merasa perlu adanya pemberdayaan bagi tukang ojek yang dirasa sering menganggur di pengkolan karena kurangnya pelanggan.
Gojek yang awalnya adalah proyek tugas kuliah yang didesain oleh Nadhiem Makarim berubah menjadi sebuah perusahaan unicorn dan bahkan naik level menjadi decacorn berdasarkan valuasinya. Hal ini adalah keberuntungan tersendiri guna menunjang efektivitas kehidupan ekonomi masyarakat. Sebenarnya, apa saja sih yang membuat Gojek mampu berjuang sampai sekarang dan terus berkecimpung sehingga sebagai salah satu perusahaan ternama? mari kita simak beberapa hal berikut ini.
Maraknya Penggunaan Teknologi
Dilansir dari databooks.id, berdasarkan data dari we are social, ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia. Hal ini merupakan peluang tersendiri bagi banyak pihak, tanpa terkecuali Gojek. Gojek yang merupakan perusahaan berbasis teknologi mampu melayani kebutuhan para pengguna internet yang berama-ramai menggunakan layananan tersebut.
Penulis menyebutkan bahwa angin segar inilah yang menjadi alasan pertama mengapa Gojek semakin naik daun walaupun terjadi berbagai isu ekonomi yang kian tak menentu. Gojek juga merupakan platform yang membantu penggunanya untuk beraktivitas apalagi ketika Covid yang menyerang cukup lama.
Prinsip Ekonomi Berbagi
Berta dan John menyebutkan bahwa aktivitas yang ditawarkan Perusahaan Gojek berpacu pada tiga nilai pokok, yaitu kecepatan, inovasi, serta dampak sosial. Gojek menjadi perusahaan dengan prinsip ekonomi-berbagi. Hal ini dikarenakan terjadi pembagian manfaat ekonomi di antara pengemudi, pelanggan,serta perusahaan Gojek sendiri.
Pengemudi serta penyedia jasa layanan lain mendapatkan manfaat karena meningkatnya kemudahan serta kesempatan dalam menerima pelanggan. Bagi pelanggan, mereka menerima kemudahan dalam langkah mengakses kebutuhan. Gojek sebagai penyedia layanan mendapatkan keuntungan dari transaksi yang ada serta jumlah download dan operasionilasi software. Gojek jua mampu melakukan transformasi contoh secara efektif sebagai akibatnya menghasilkan keunggulan yang memiliki daya saing yang tinggi.
Marketing yang Bertajuk Nasionalisme
Gojek yang merupakan bisnis Nadhiem Makarim yang merupakan seorang anak bangsa menjadi pilihan beberapa pihak di Indonesia karena terdapat unsur nasionalisme. Hal ini sengaja dipublish dalam rangka berkompetisi dengan perusahaan lain yang berasal dari luar negeri dan mempromosikan pelayanan yang tidak kalah menggiyurkan.
Bila menggunakan prinsip yang berlaku, maka jargon nasionalisme dapat dipergunakan oleh Gojek dalam pemasaran produk dan jasa. Hal ini dikarenakan analisis terhadap perusahaan yang sukses karena menggunakan label nasionalisme sebagai dalih agar dilirik banyak pihak, seperti maspion, pilples 2014, yang diwarnai oleh isu nasionalisme, karena salah satu calon menyatakan bahwa dia lebih nasionalis, serta bisnis coffe toffee yang memasang slogan “Yes, I drink Indonesian Coffe”.
Driver yang Membludak
Kehadiran Gojek menjadi hal yang sangat luar biasa bagi banyak pihak, terutama bagi para driver. Hal ini dikarenakan jumlah pesanan yang meningkat, harga yang sudah pasti, bonus yang diberikan, banyak menu yang ditawarkan, dan lain sebagainya.
Adanya ojek online dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang tukang ojek yang sering diremehkan sebagai pekerjaan kelas rendah. Perubahan pola pikir tukang ojek sebagai pekerjaan rendahan dibuktikan dengan semakin banyaknya masyarakat yang berminat menjadi tukang ojek sebagai pekerjaan sampingan. Atau bahkan menjadi pekerjaan utama adalah salah satu keberhasilan memiliki ojek online. Hal ini mengakibatkan aplikasi ojol (ojek online) khususnya Gojek semakin banyak peminatnya dan mempengaruhi valuasinya.
Oleh: Romadiah Mahasiswa Bisnis Digital Universitas Insan Cita Indonesia





