Matahari bersinar cerah di kotamu

Bersinar pula dunia imajinasiku

Tak meninggalkan jejak bayangan sedikitpun

Namun, saat gerombolan awat pekat mendekat

Sosok rupamu seketika menghampiri, terlukis dalam imajinasi

Ah…terlalu cepat, hujan mengguyur

Mengusirmu dalam sekejap

Kini, keresahan ini tak kunjung reda

Meski tetesan awan pekat sudah berhenti berjatuhan

Rasa ini masih mengembun

Meninggalkan tetesan rindu yang perlu dipahami

Tapi, tidak bisa dikompromi

Setiap saat setiap waktu

Selalu menjelma, menghantui

Ah, sudahlah…cukup!

Tekadku bulat, tak bisa digugat

Aku akan memperteguh keimananku

Ku katakan dalam hati sambil berbisik

Saat ini aku belum membutuhkan kau

(yang ku rindu)

Oleh: El-Fath

Baca Juga  Hanya Tinggal Kenangan
Redaksi Baladena
Jalan Baru Membangun Bangsa Indonesia

Tamu dalam Temu

Previous article

Revitalisasi Perempuan Dalam Pendidikan Inklusif Di Indonesia

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Puisi