Ketika Abu Bakar Berangan-angan Seperti Seekor Burung

Ketika Allah mengutus Muhammad sebagaai Rasul,  Abu Bakar adalah orang yang pertama kali mengimani hal itu. Kisah Abu Bakar memeluk Islam sangat singkat namun menakjubkan.

Abu Bakar adalah salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Bahkan Nabi sendiri mendeklarasikan (bersabda): “Abu Bakar adalah orang yang telah dibebaskan oleh Allah dari api neraka.” Sejak itulah,  Abu Bakar mendapat gelar Al-‘Atiq (orang yang telah dibebaskan oleh Allah dari api  neraka.

Meskipun demikian, tidak lantas menjadikan Abu Bakar jumawa. Justru Abu Bakar tetap rendah hati dan terus melakukan amal baik: mengorbankan diri dan harta untuk Islam.

Tapi, ketika Abu Bakar as-Siddiq ra. melewati seekor burung yang sedang hinggap di suatu pohon. Beliau lalu berkata:

Bacaan Lainnya

طوبى لك يا طير، تطير فتقع على الشجر، ثم تأكل من الثمر، ثم تطير ليس عليك حساب ولا عذاب. يا ليتني كنت مثلك…

Maksudnya : “Berbahagialah engkau wahai burung. Engkau terbang, lalu hinggap di pohon, kemudian makan buahnya dan selanjutnya engkau terbang lagi; sementara engkau tidak akan dihisab dan diadzab oleh Allah SWT. Duhai, andai sahaja aku seperti dirimu…”

(Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman, 2/228; Ibnu Abi Syaibah, Al-Mushannaf, 7/91)

Orang yang sudah disebutkan oleh Nabi sebagai orang yang dibebaskan dari api neraka saja masih memiliki rasa takut yang luar biasa terhadap adzab Allah SWT sehingga berangan-angan menjadi seekor burung, dengan maksud agar tidak ada peluang untuk dihisab dan diadzab di akhirat. Lalu bagaimana dengan kita yang tidak dijamin masuk syurga?!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *