Picky eater adalah salah satu masalah gangguan makan yang dapat menganggu tumbuh kembang anak. Anak picky eater biasanya hanya menginginkan makanan yang di inginkan saja. Anak picky eater selain berisiko mengalami kekurangan zat gizi juga rentan terkena gangguan mental.
Jika sang anak memiliki pilihan terbatas pada makanan yang akan ia makan, dan yang ia pilih sangatlah terbatas maka anak tersebut termasuk picky eater tipe berat. Anak tidak boleh langsung di cap picky eater jika hanya tidak mau makan beberapa macam jenis makanan yang biasa tidak disukai oleh anak-anak. Contohnya brokoli, bayam atau sayur lainnya seperti ini masih wajar.
Di luar negeri, seorang peneliti dari Universitas Duke, North Carolina meneliti 1.100 anak usia 2-5 tahun bahwa 18% di antara anak-anak mengalami picky eater tipe sedang dan 3% mengalami picky eater tipe berat.
Apakah anak picky eater mengalami gangguan mental? anak picky eater selain bermasalah pada nutrisi, mereka juga memiliki masalah kesehatan yang lebih besar yaitu berpotensi memiliki gangguan mental. Namun, perlu di garis bawahi bahwa tidak semua anak picky eater akan mengalami gangguan mental. Hanya saja, kemungkinan untuk mengalami gangguan mental lebih rentan pada anak yang terkena picky eater dibandingkan anak dengan pola makan normal. Anak-anak picky eater akan lebih mudah mengalami depresi , kecemasan, dan kelainan psikiatri lainnya. Anak dengan picky eater berat beresiko mengalami kecemasan 2,7 kali lebih tinggi. Sedangkan anak picky eater sedang lebih sering mengalami gejala depresi dan kecemasan, walaupun lebih jarang dibanding anak picky eater berat, selain itu ia juga dapat memilki risiko mengalami gangguan kelainan hiperaktif (ADHD).
Anak picky eater setelah dewasa memiliki risiko masalah kesehatan mental. Mereka diketahui memiliki gangguan kecemasan yang lebih besar dibanding dengan orang dewasa yang semasa kecil tidak memiliki masalah picky eater. Itulah sebabnya para orang tua harus tahu sedini mungkin mengatasi masalah anak picky eater, agar nantinya mereka tidak mengalami kekurangan gizi serta gangguan mental. Dengan pasangan yang tepat, kebiasaan picky eater dapat dihilangkan sehinggan sang anak bisa memiliki pola makan yang sehat.







