Malam itu aku termurung
Melihat sang bintang tertutup mendung
Terlintas dalam sebuah panji angan
Terbayang wajah tercampur senyuman
Pikiranpun entah membeku tak beraturan
Pertama melihatmu, hati ini sangat terkesan
Senyummu membekas dalam pikiran
Yang tak lekang gampang untuk terlupakan
Seketika dadaku merasa sesak
Dengan bayangan tuntutan yang mendesak
Kecantikanmu adalah kuasa Tuhan
Keanggunanmu adalah anugerah Tuhan
Melindungimu adalah perintah Tuhan
Mendambamu adalah mengagumi Tuhan
Dan menjagamu adalah amanat Tuhan
Setiap nafasmu merupakan kabar
Melekat cinta pada sukma merasuk dalam jiwa
Merenggut pilu yang menggebu dalam kalbu
Mendambamu hingga ujung sadar
Dan Menunggumu hingga ujung sabar
Waktuku adalah tentang kerinduan
Sebuah harapan tanpa kepastian
Izinkan ruang rinduku bersandar di hadapanmu
Tanpa rintihan untaian kata palsu
Yang mengubah haru menjadi pilu
Sulang, 17 April 2020
Oleh: Muhammad Mu’tasim Billah, Santri al Barkah Sulang Rembang







