Kearifan lokal adalah salah satu bagian dari kebudayaan dalam suatu masyarakat yang kedudukannyaa tidak dapat dipisahkan dari keseharian masyarakat itu sendiri. Biasanya, kearifan lokal itu diturunkan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi melalui cerita, kebiasaan, dan lain sebagainya. Kearifan lokal sebagai salah satu pengetahuan yang yang berada dalam masyarakat dan digunakan sebagai pengalaman untuk memahami berbagai kebudayaan dalam suatu daerah.
Kearifan local ini juga bisa mengarah kepada tradisi yang sering dilakukan masyarakat dan akan tercermin dalam nilai-nilai yang sering terjadi dalam masyarakat. Penguaatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal seharusnya dilakukan bukan saja untuk mempertahankan eksistensi budaya dari nenek moyang.
Kearifan lokal juga sering dijadikan landasan alas an bagi masyarakat untuk bertindak dalam kaitannya dengan suatu peristiwa. Kearifan lokal hadir melalui perkembangan bersama masyarakat dan lingkungannya, sedangkan penyebarannya dapat terjadi melalui sastra lisan dan tulisan. Kearifan lokal yang memiliki nilai luhur dan mengakar kuat di masyarakat, digunakan sebagai alat untuk memandang kehidupan, mengambil keputusan, mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.
Kearifan lokal sendiri bersifat dinamis dalam arti dapat menyesuaikan diri dengan waktu, perubahan lingkungan dan mobilitas masyarakat. Lestarikan kearifan lokal untuk generasi selanjutnya. Kearifan lokal tidak hanya bersifat dinamis tetapi juga transkultural, artinya kearifan lokal tidak terbatas pada budaya dan suku bangsa tertentu saja, tetapi dapat dikatakan multikultural dan etnik, sehingga dapat membentuk budaya bangsa. Indonesia memiliki budaya dan kearifan lokal yang melimpah di masyarakat. Ribuan suku di Indonesia memiliki kearifan lokal yang unik. Keanekaragaman budaya Indonesia disebabkan oleh letak geografis antar daerah yang berbeda, sehingga adaptasi kearifan lokal terhadap lingkungan juga berbeda. Kearifan lokal dapat dipandang sebagai identitas bangsa, khususnya dalam konteks Indonesia, yang memungkinkan kearifan lokal ditransformasikan antar budaya, yang pada gilirannya menciptakan nilai-nilai budaya bangsa. Kearifan lokal di Indonesia merupakan falsafah dan pandangan hidup yang terwujud dalam berbagai bidang kehidupan.
Ketika kita berbicara tentang globalisasi, yang kita maksud adalah sistem yang mengatur ekonomi dunia tanpa mengenal batas negara. Oleh karena itu, interaksi budaya antar negara mudah terjalin. Berbagai unsur budaya asing dengan mudah masuk ke Indonesia, jika kita tidak memiliki filter yang kuat maka identitas bangsa akan goyah/lemah. Komunitas lokal harus dibangun di sini untuk melestarikan kearifan lokal. Karena kearifan lokal berperan dalam membangun keharmonisan sosial dan alam.
Misalnya, semua suku bangsa di Indonesia mengenal prinsip gotong royong dan toleransi. Kearifan lokal juga berpengaruh terhadap perlindungan dan pelestarian alam agar alam dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan tidak habis. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Pengaruh globalisasi telah menyebabkan banyak generasi muda kita kehilangan individualitasnya sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti pakaian yang sesuai dengan budaya Barat, musik yang keras dan mengalun, film-film Barat yang bertentangan dengan budaya kita. Tidak sedikit remaja yang tidak mau melestarikan budaya bangsa dengan berpakaian sopan sesuai kepribadian bangsa. Jika pengaruh di atas dibiarkan, lalu bagaimana dengan generasi muda bangsa?
Moral generasi bangsa rusak, tindakan anarki terjadi di kalangan pemuda. Hubungannya dengan nilai identitas menjadi lemah karena kurangnya kecintaan terhadap budaya bangsanya dan tidak adanya rasa kepedulian terhadap masyarakat. Sedangkan generasi muda adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, mari kita kembalikan jati diri bangsa Indonesia, mandiri menerima globalisasi, berpikir kritis, kreatif dan melakukan banyak hal positif dengan memanfaatkan arus globalisasi.
Sebagai penduduk Indonesia, produk rumahan (produk dari masyarakat lokal) harus diutamakan. Melestarikan kearifan lokal di tengah arus globalisasi merupakan upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat berbasis pemberdayaan masyarakat. Nilai-nilai luhur yang diasosiasikan dengan kearifan lokal meliputi cinta Tuhan, alam semesta dan isinya, tanggung jawab, disiplin dan kemandirian, kejujuran, hormat dan santun, kasih sayang dan kepedulian, iman, kreativitas, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, kedamaian dan persatuan.

Dewi Khofifah
Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Pembinaan Anggota (PPPA) HMI Komisariat Iqbal Walisongo Semarang & Mahasiswa Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

Nurcholish Madjid dan Gagasan Modernisasi Pesantren

Previous article

YAHYA AMIN PUNYA RUMAH DI PLANET NUFO

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Gagasan