Senyumku terus merekah di pagi ini. Hari ini adalah hari yang amat spesial dan tak boleh kulupakan begitu saja. Hari ini, sang malaikat tengah merayakan hari jadinya. Usianya terus bertambah, sehingga menimbulkan suatu kebahagiaan dan ketakutan yang besar bagiku. Aku takut malaikatku akan pergi meninggalkanku. Aku takut apabila salah satu sayapku akan patah sebentar lagi. Jujur, aku belum siap untuk menghadapinya.
Malaikat itu amat berjasa bagiku. Ia adalah sosok yang telah berjuang mati-matian hanya untukku dan kakandaku. Ialah sosok yang rela dihujani panas matahari tiap harinya untuk putra dan putrinya. Juga sosok yang terus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.
Terkadang mereka yang tak suka sering menggunjing malaikatku. Namun, malaikatku lebih memilih untuk diam dan bersikap sedewasa mungkin. Aku heran, mengapa malaikatku yang begitu baik justru mendapatkan ucapan yang menyakiti hatinya? Apakah ia bersalah jika menginginkan putra dan putrinya kelak menjadi sosok yang sukses? Kupikir, perlakuan seperti itu tak layak didapatkan oleh malaikatku.
Aku begitu kagum dengan kesabaran dan kelembutan hati yang dimiliki oleh malaikatku. Ia mendidik putra dan putrinya dengan sabar. Tak sekalipun ia memukul putra dan putrinya, tak satupun tekanan ia berikan. Bahkan, ia seolah tak tega jika harus memperlakukan putra dan putrinya dengan kasar. Ia telah mendidik putra dan putrinya dengan amat baik.
Kupanggil malaikat itu dengan sebutan “Ibu”. Kali ini, di hari jadinya, aku ingin mengucap terimakasih dan maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih telah mendidikku dengan baik dan tanpa tekanan wahai malaikatku. Engkau tak pernah memaksaku untuk selalu mendapatkan nilai seratus. Engkau membiarkanku belajar sesuai dengan passionku. Karena didikanmulah aku sampai pada fase ini. Fase dimana aku ingi menjadi yang terbaik atas kemauanku sendiri. Sekali lagi kuucapkan terimakasih padamu wahai malaikatku.
Maaf, itulah kata kedua yang ingin kuucap di hari jadimu ini. Aku ingin meminta maaf atas kata-kata buruk yang dahulu pernah kuucap. Juga dengan segala kelakuan burukku di masa lalu. Semoga, di hari jadi kali ini semua harapan yang pernah di langitkan oleh malaikatku akan segera terkabul. Semoga engkau panjang umur dan dapat melihatku menjadi orang yang berguna.
Oleh: Kusumanova, Santri-Murid Kelas IX SMP Alam Nurul Furqon asal Rembang







