Perempuan: Kejuangan dan Kepeloporan

Perempuan, kejuangan, dan kepeloporan

Dari masa ke masa masalah yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara semakin kompleks dan meliputi segala bidang kehidupan, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun dalam bidang pertahanan keamanan. Melihat masalah-masalah yang timbul, sebagai kaum perempuan kita tidak boleh hanya berdiam saja tanpa ada pergerakan untuk ikut andil dalam menyelesaikan masalah-masalah yang melanda bangsa kita.
Dalam rangka memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan negara maupun untuk mencari peluang-peluang dan jawaban-jawaban baru terhadap masalah yang timbul, semangat kejuangan dan kepeloporan harus ditingkatkan. Tanpa semangat kejuangan dan kepeloporan, niscaya kita tidak akan mampu meraih kesuksesan perjuangan bangsa menuju cita-cita nasional.
Semangat kejuangan merupakan nilai yang menunjukan bahwa bekerja bukan sekedar mencari penghidupan tapi merupakan cara hidup yang dilandasi semangat melakukan yang terbaik, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, berani berkorban, berkemauan keras, pantang menyerah, tangguh, cinta tanah air, serta peduli terhadap sesama. Selain menjunjung semangat kejuangan, kepeloporan juga menjadi bagian penting bagi seorang perempuan dalam berpartisipasi menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dihadapi bangsa.
Kepeloporan berasal dari kata pelopor yang berati perintis, pembuka jalan atau yang berjalan lebih dulu. Dia adalah sosok yang paling depan dalam sebuah gerakan perubahan. Jadi, sifat kepeloporan dapat dimaknai sebagai akumulasi dari semangat, keberanian, dan kesukarelawanan yang dilandasi rasa tanggung jawab untuk mengawal perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, perempuan pelopor adalah perempuan yang kreatif untuk menjadikan gagasan menjadi sebuah karya atau kerja nyata kemudian kegiatan tersebut dilakukan secara konsisten sehingga mampu memberi nilai dan manfaat bagi sendi kehidupan masyarakat. Disinilah perempuan dituntut untuk menjadi inisiator dan penggerak perubahan.
Ada beberapa bidang yang bisa menjadi sarana penyemaian sifat kepeloporan bagi perempuan. Diantaranya yaitu:
Kewirausahaan
Di ranah ini perempuan bisa bebas mengembangkan kreativitas untuk menciptakan inovasi produk, serta memperluas usaha dan lapangan kerja. Sebisa mungkin, ciptakan produk yang unik dan khas serta memiliki nilai lebih. Misalnya, dibuat dari budaya lokal sendiri yang memiliki nilai dan cita rasa tinggi. Dengan demikian, kita tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi kita namun juga dalam bidang sosial dan budaya.
Pendidikan
Bagi perempuan yang tergerak untuk membangun sifat kepeloporan di bidang pendidikan ini, kita bisa memulainya dengan menciptakan inovasi, baik dalam hal metode pembelajaran maupun alat bantu. Jika memungkinkan, kita juga bisa mengasosiasi terbentuknya sistem pembelajaran baru yang tentunya lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usia anak. Atau, bisa juga kita menjadi pendidik pelopor di kawasan-kawasan terpencil yang selama ini jarang terfasilitasi.
Teknologi
Selain di bidang pendidikan dan ekonomi, perempuan juga bisa menjadi pelopor lahirnya rancang bangun teknologi sederhana (rekayasa teknologi) yang kehadirannya dapat mengatasi masalah serta mempermudah kehidupan masyarakat. Diharapkan dengan adanya rekayasa teknologi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat juga akan terbantu. Namun tentunya, jangan lupa untuk memberikan edukasi serta pendampingan terkait segala hal yang berkenaan dengan tata cara penggunaan hingga perawatan teknologi tersebut.
Perempuan yang tangguh adalah perempuan yang memiliki semangat kejuangan dan kepeloporan yang tinggi. Perempuan yang berani mengambil resiko dalam melangkah membawa perubahan yang lebih baik dan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah di lakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *