Degradasi Perempuan; Kehilangan Peran Sebagai Istri

Semua yang ada di muka bumi ini adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah. Dengan jenis laki-laki maupun perempuan yang berperan dengan porsinya masing-masing. Maka dari itu, kita sebagai manusia harus menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa yang harus ditinggalkan sesuai dengan ketetapan dan berkualitas.

Selain berpendidikan tinggi, perempuan juga harus cerdas akan ilmu pengetahuannya. Jikalau perempuan itu baik maka akan baik pula keturunannya. Dan jikalau perempuan itu buruk maka akan buruk pula keturunannya.
Perempuan adalah makhluk Allah yang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.

Sebagaimana Nabi Adam menjelaskan dalam sebuah hadits :
Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.(HR. Muslim)

Perempuan diciptakan untuk menjadi pasangan hidup bagi kaum laki-laki. Sebab, perempuan adalah orang yang berjasa bagi kita. Jika tidak ada perempuan, maka tidak ada laki-laki. Selain dari paras dan kelembutannya, perempuan juga tidak lupa untuk menjalakan peran dan kewajiban yang sudah tidak ragukan lagi yaitu 3 M diantaranya yaitu; masak, macak, dan manak. Dan masih banyak lagi tugas dan peran lainnya kalau disebutkan satu persatu yang tiada ujungnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sebuah pemikiran, perempuan mempunyai otak lebih kecil daripada laki-laki. Maksudnya, perempuan lebih menggunakan rasa daripada logika. Ketika dalam menghadapi suatu permasalahan yang dihadapi, dan cenderung lebih ketekanan batin hingga berunjung depresi. Perempuan lebih sering menjawab Ya daripada Tidak. Contohnya saja, ketika seorang perempuan hendak dilamar oleh seorang pria. Perempuan langsung terdiam dan enggan untuk memberikan jawaban pada ujungnya dan mengalami kegalauan.

Perempuan memiliki dua sisi yang berlawanan yaitu kuat dan tangguh. Selain keduanya itu, perempuan juga mempunyai keelokan fisik yang itu menjadi nafsu bagi laki-laki. Pada hakikatnya, ketika kita menyakiti perempuan hatinya langsung rapuh. Karena itu kelemahan perempuan ketika sedang mendapatkan masalah.

Perkembangan zaman terus berjalan di mana seorang perempuan harus berkembang dengan pemikiran yang maju untuk memikirkan kedepannya. Perempuan tetap mejadi perempuan yang bagaimana fungsi dan perannya. Selain menjadi ibu rumah tangga, perempuan juga perlu berpendidikan tinggi.

Akhirnya, harus ada upaya memahami posisi perempuan dan perannya dalam ia menjadi seorang istri. Hal ini menjadi sangat penting baik bagi laki-laki maupun perempuan. Adanya perspektif yang sama ini akan menjadi tolak ukur bagi perempuan yang akan menjamin bagi kemajuan perempuan dalam ranah yang ia perani. Sekaligus yang akan menjamin kemajuan bagi masyarakat secara keseluruhan. Wallahu a’lam bi al-shawaab.

Oleh : Ulfaturrohmah
Ketua Bidang Eksternal Korps-HMI-Wati (KOHATI) Korkom Walisongo Semarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *