Dampak Covid 19 bagi Pendidikan Indonesia

Oleh: Zulfatul Ma’ani, Mahasiswa KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang

Sejak pandemi covid 19 melanda Indonesia 2 tahun lalu, pembelajaran berubah konsep dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Karena sejujurnya Indonesia belum siap dengan konsep belajar jarak jauh. Bukan hanya karena sumber dayanya yang tidak siap, tapi sarana dan prasarananya juga belum memadai. Ini terlihat dari ketidakefektifan pembelajaran dan cerita cerita siswa dari kampung seluruh Indonesia.

Indonesia adalah negara yang belum merata dari segi pendidikan dan segala fasilitasnya. Ditambah semangat belajar anak anak yang belum tinggi dikarenakan beberapa faktor. Faktor yang paling mendasari adalah motivasi. Anak anak kurang termotivasi untuk belajar dengan baik atau bahkan termotivasi dengan sesuatu yang negatif yang mengesampingkan pendidikan. Hal ini sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa kualitas pendidikan kita memang rendah.

Pemerintah tentu saja berusaha untuk mengatasi segala problematika yang hadir. Terkait pendidikan, banyak program yang sudah dicanangkan. Tapi alangkah terkejutnya kita saat Covid-19 melanda. Bagaimana tidak, sistem belajar yang tadinya tatap muka harus diganti dengan virtual atau daring. Ini menyulitkan sebagian tenaga pendidik dan atau siswa siswinya. Sudah belajar tatap muka saja tidak banyak yang fokus, apalagi kalau virtual. Begitu kira kira.

Namun ketidakoptimisan ini muncul dari banyaknya kasus yang memperlihatkan buruknya generasi sekarang. Tidak menghargai adalah salah satu kasus itu. Banyak pula yang justru memilih bermain game online ketimbang belajar. Siapa yang bertanggungjawab atas ini? Jawabannya adalah kita semua. Skrup terkecil dari tanggungjawab ini jelas adalah orang tua.

Pengawasan yang ketat harus dilakukan. Tidak hanya itu, upaya upaya lain yang harus dilakukan adalah membuat anak tetap semangat. Tidak sampai stres. Sebab, tingkat stres anak saat pandemi melonjak jauh lebih besar. Ini berkaitan dengan sistem pembelajaran yang selalu berada di depan laptop atau hp.

Kita sebagai elemen yang juga bertanggungjawab atas semua ini, mesti memikirkan solusi atas permasalahan yang terjadi. Acuh bukanlah suatu pilihan tepat. Kita mesti bangun Indonesia khususnya dalam segi pendidikan secara bersama sama. Manfaatkan dunia tekhnologi informasi untuk mencapai niat mulia tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *