Bukan Sekadar Guru Agama

Baladena.ID/Istimewa

Dr. Moh. Sofyan Harahap, dr, SpAn, KNA, Anesthesiologist at Anesthesiology Dept, Kariadi hospital, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Dr. Mohammad Nasih yang saya kenal, berpenampilan sebagai seorang guru agama muda, yang kemudian saya ketahui ternyata tidak hanya memahami soal agama, tetapi juga seorang dosen pascasarjana di perguruan tinggi negeri dan swasta ternama, yang mendalami ilmu sosial politik. Seorang pekerja yang ulet dan bersemangat tinggi dalam mengembangkan putra putri generasi muda, agar mereka tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga menguasai ilmu kehidupan dengan memberi kemampuan untuk mandiri dengan memberdayakan apa yang ada di sekitarnya.

Dalam beberapa kesempatan mendengar beliau memberi materi kajian tafsir, tampak benar penguasaan nya dalam isi kandungan al-Qur’an sangat dalam, sekaligus dengan runtut dapat menjelaskan makna-makna tulisan itu sehingga pendengar dapat memahami makna penting filosofi isi al-Qur’an. Di hadapan audience yang berlatar belakang intelektual, beliau dapat memberi bobot yang sepadan dari isi ceramah, dengan memberi makna mendalam dalam memahami agama Islam, khususnya dasar aqidah, sehingga tidak hanya menyampaikan hal-hal yang sekedar “asal tidak berbuat dosa saja.”

Di usia yang masih muda dengan kemampuan ilmu dan spirit, ditambah dengan kemampuan berinteraksi dengan berbagai golongan masyarakt tanpa canggung, saya mempunyai keyakinan ustadz Mohammad Nasih dapat mengembangkan diri lebih baik, lebih bermanfaat untuk kaum muda Indonesia, menjadi cendekiawan muslim yang handal dan mengembangkan terus metode hafalan al-Qur’an, sehingga ke depan generasi muda indonesia menjadi lebih baik, seperti yang pernah disampaikan sebagai suatu pemikiran yang progresif,.. “silahkan memperdalam keilmuan di bidang apa saja, namun targetnya saat di SMA sudah hafal al-Qur’an”..

Sebagai penutup, ada suatu kutipan yang sangat bijak untuk kita renungkan bersama dalam menjalankan fungsi sebagai seorang guru, yaitu TUNTUTAN TERHADAP PARA GURU, yang merupakan bagian dari “Ensiklopedi Leadership Dan Manajemen Muhammad SAW”, yang ditulis oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, yaitu konsep walk the talk , yang arti sederhananya adalah melakukan atau berbuat sesuai dengan perkataan, dan disebutkan bahwa konsep tersebut sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an:

“Hai orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tiada kalian kerjakan” (QS. As-Saff: 2-3).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *