Bisakah Kita Sukses Hanya dengan Menggali Satu Sumur?

Memiliki kehidupan yang mapan nan sukses merupakan dambaan sebagian besar manusia, bahkan hampir keseluruhnnya. Beberapa manusia beranggapan bahwa menjadi orang yang sukses, cukup dengan menggali satu sumur saja. Di masa lalu mungkin kalimat ini benar adanya, jadi seseorang cukup fokus pada satu bidang saja tanpa perlu melirik bidang yang lain. Namun, pada zaman yang serba modern ini agaknya kalimat itu sudah tidak bisa lagi dianut. Masyarakat tidak lagi bisa menerima orang yang hanya menguasai satu bidang saja. Contohnya guru. Zaman sekarang, guru tidak cukup dengan kemampuan mengajar saja, namun juga harus mampu menguasai internet, mengikuti perkembangan zaman. Tidak bisa seorang guru hanya  monoton pada satu titik mengajar saja tanpa bantuan internet, karena nyatanya internet sendiri sudah menguasai sebagian besar peradaban dunia.

Sekarang ini dunia tidak lagi membutuhkan orang-orang yang hanya mahir dalam satu bidang saja. Istilah T-Shapped skill menjadi inovasi baru yang harus dikuasai masyarakat saat ini ditengah persaingan profesi. Manusia dengan T-Shapped skill tidak hanya mampu mendalami satu bidang, tetapi juga memiliki pengetahuan di bidang yang lain. Mereka memang memiliki pengetahuan dalam bidang tertentu, namun juga diiringi dengan pengetahuan atau kemampuan dalam bidang yang lain pula. Contoh lagi, Mohammad Nashih, seorang pengamat politik asal Rembang. Ia bukan saja terfokus pada dunia politiknya saja, tetapi juga memiliki pengetauan seputar kitan kuning, I’robul Qur’an, ternak, bercocok tanam, dan masih banyak lagi. Pengetahuan dan kemampuannya yang begitu luas itulah yang membuat namanya makin di kenal berbagai lapis masyarakat, serta memudahkannya dalam urusan rezeki.

Makna T-Shapped Skill ini terletak pada filosofi huruf T-nya. Garis vertikal pada huruf T melambangkan kemampuan yang termata mendalam dalam suatu bidang, sedangkan garis horizontalnya melambangkan pengetahuan yang mencakup ke bidang-bidang lain.

Maka, langkah pertama seseorang harus menggai sedalam mungkin suatu bidang yang sekiranya benar-benar ia kuasai. Naumn, jangan langsung merasa puas dna nyaman pada satu bidang tersebut. Jadikan bidang tersebut sebagai dasar untuk memperluas aktifitas di bidang-bidang yang lain yang berghubungan. Dengan beigitu, secara perlahan anda akan menguasai beberapa bidang secara bersamaan. Untuk masalah sukses tidak sukses, itu bergantung waktu dan seberapa kuat tekad dan usaha anda.

Orang dengan kemampuan T-Shapped mungkin terkadang terkesan ambisius karena aktif di berbagai bidang. Hal ini perlu diluruskan, sebab ambisius sebenarnya juga dibutuhkan dalam kehidupan ini. Dengan adanya ambisi, manusia akan semakin terdorong untuk maju meraih apa yang diinginkannya. Ambisi bagaikan sebuah minyak dalam perapian, memang benar sebuah perapian dapat hidup tanpa sulutan dari minyak, tetapi api yang dihasilkan hanya kecil saja. Berbeda dengan perapian yang disulut dengan bantuan minyak, ia akan berkobar lebih besar dari perapian yang pertama.

Begitupula manusia, minyak ialah ambisi, ketika manusia menggunkan ambisi tersebut dalam berjuang, maka secara otomatis bentuk perjuangannya itu akan lebih besar sehingga tidak menutup kemungkinan ia akan memperoleh kesuksesan yang sepadan dengan usahanya itu. Namun, meskipun begitu, manusia juga harus mengatur ambisinya agar tidak berlebih. Sebab, ambisi yang berlebih akan membuat seseorang merasa tertekan dengan sendirinya, dan suatu saat nanti jika usahanya tersebut tidak menghasilkan kesuksesan yang sepadan, maka penyesalan yang ia rasakan pasti makin dalam. Dikhawatirkan hal itu justru membuatnya down dan sulit untuk bangkit.

Oleh: Naila Aulia,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *