Pandemi dan Teknologi

Teknologi semakin berkembang. Ini memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi atau mendapatkan informasi terkini. Juga dapat digunakan untuk menjalanakan proses pendidikan ditengah pandemi covid-19. Selain itu, proses bersosialisasi dapat dilakukan melalui aplikasi dalam gadget yang sekarang dimilki hampir semua orang. Bisa dibayangkan jika pandemi covid-19 ini terjadi saat teknologi informasi belum semudah dan semaju sekarang. Akan banyak kesulitan yang dihadapi oleh manusia.

Ditengah pandemi covid-19 ini, masyarakat Indonesia dihimbau untuk mengurangi kegiatan berkumpul yang melibatkan banyak orang. Mereka lebih memilih mengurangi kegiatan diluar. Oleh sebab itu, keseharian lebih banyak dihabiskan  dirumah. Kegiatan sosial seperti diskusi, seminar, atau perkumpulan lainnya dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Misalkan menggunakan aplikasi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antar banyak orang.

Selain berkomunikasi, orang juga sangat memerlukan informasi terupdate. Melalui  media sosial. Media sosial dengan mudah dapat diakses dengan teknologi yang semakin berkembang ini, misalkan dengan gadget atau laptop. Hal ini memudahkan manusia untuk mendapatakan informasi terkini. Perkembangan ini seyogyanya dimanfaatkan dengan maksimal. Pengguanaan-pemggunaan media sosial tidak hanya untuk memperoleh hiburan semata, namun digunakan untuk menambah pengetahuan dan memperkaya diri.

Namun, dilihat dari yang sekarang terjadi bukanlah demikian. Mayoritas orang menggunakan media sosial hanya untuk memenuhi atau menuruti kesenangan semu. Tidak ada substansi yang dapat membangun mereka untuk menjadi lebih baik lagi. Lebih lagi ditengah pendemi covid-19 ini, orang-orang lebih banyak menggunakan waktunya bersama smartphone. Yang lebih dari separuh waktu mereka itu, hanya untuk menggunakan smartphone dengan tidak produktif.

Selain itu, dampak dari adanya meluasnya penyebaran covid-19 ini, termasuk di dalamnya adalah pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka kini tidak bisa dilakukan dengan hal tersebut  karena adanya pendemi virus korona ini. Baik dari tingkat dasar maupun pendidikan perguruan tinggi. Pelajar dan mahasiswa melakukan pembelajaran di rumah. Dengan bantuan teknologi, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan daring menggunakan laptop atau smartphone.

Walaupun demikian, terdapat kendala yang menghamabat proses pembelajaran daring  berlangsung. Masih ada masyarakat yang belum memiliki smartphone ataupun laptop untuk bisa mengikuti pembelajaran daring. Ini menjadi perhatian bagi setiap masyarakat dan tentu pemilik wewenang untuk mengatasi kendala ini. Hal ini banyak dialami oleh masyarakat yang daerahnya sudah masuk zona waspada namun masih minim yang memiliki smartphone atau alat lain untuk menunjang pembelajaran di tengah musibah ini.

Tidak hanya itu, kendala yang hampir setiap orang melakukan adalah kurangnya kesadaran mereka untuk mengikuti atau memanfaatkan kemajuan teknologi  ini dengan baik. Ini banyak dilakukan oleh siswa tingkat tinggi atau mahasiswa adalah hanya mengikuti proses pembelajaran atau kuliah di awal dan akhir saja. Mereka hanya berorientasi pada absensi semata. Mengisi absensi di awal kemudian ditinggal. Ketika perkuliahan sudah mendekati akhir, mereka mengikuti kembali seperti di awal. Tidak ada apapun yang mereka dapat dari itu, hanya absensi. Bukan pengetahuan yang menambah wawasan.

Yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran kepada semua lapisan masyarakat, baik itu pejabat pemerintah maupun masyarakat umum terkait kendala yang pertama. Untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait perkuliahan yang seharusnya mereka ikuti dengan baik dari awal sampai akhir yaitu dengan melakukan pendekatan kepada mahasiswa mengenai pentingnya hal tersebut dan para orang tua agar dapat mengontrol anak-anaknya dalam belajar.

Dengan teknologi yang semakin maju dan kesadaran akan manfaat yang bisa diambil dari kemajuan tersebut maka akan diperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Agar tercapai pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Yang tidak harus adanya tatap muka secara langsung namun dapat berjalan dengan baik. Masyarakat Indonesia hanya perlu penyadaran mengenai hal ini agar tercapai tujuan yang diharapkan. Wallahu a’lam bi al-shawaab.

Oleh: Muhamad Faiz Mubarok, Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Wakil Menteri Sarana dan Prasarana Kabinet Militan, Wakil Menteri Peribadatan dan Pembangunan Karakter Kabinet Conary

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *