Perkembangan teknologi yang cepat telah menghasilkan perubahan besar dalam lingkungan kerja, khususnya untuk generasi muda.
Generasi yang dibesarkan di zaman digital menghadapi peluang dan tantangan yang baru. Teknologi tidak hanya memodifikasi metode kerja, tetapi juga berpengaruh pada cara pandang, keahlian, dan harapan para pekerja muda.
Salah satu hasil positif dari teknologi adalah munculnya berbagai kesempatan kerja baru. Generasi muda sekarang dapat bekerja dengan cara yang fleksibel melalui platform digital seperti e-commerce, media sosial, dan layanan freelance.
Profesi seperti pembuat konten, pemrogram, dan pemasar digital semakin populer karena teknologi menyediakan akses ke pasar global. Teknologi juga mempermudah akses informasi dan pendidikan, sehingga generasi muda dapat mempercepat pengembangan keterampilan baru mereka.
Namun, di balik kesempatan ini, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Teknologi meningkatkan persaingan yang semakin ketat dalam dunia kerja. Generasi muda diharuskan untuk terus meningkatkan keterampilan digital mereka agar tetap dapat bersaing.
Selain itu, pekerjaan yang berbasis teknologi biasanya menuntut kecepatan dan fleksibilitas yang tinggi, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan. Fenomena “gig economy” juga menimbulkan kekhawatiran karena sering kali pekerja tidak mendapatkan perlindungan kerja dan kesejahteraan yang memadai.
Teknologi juga mempengaruhi harapan pekerja muda terhadap tempat kerja. Mereka lebih menghargai fleksibilitas waktu, kerja dari jarak jauh, serta lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif. Perusahaan yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan ini berisiko kehilangan bakat muda yang berpotensi.
Secara umum, teknologi memiliki pengaruh besar dalam mengubah cara generasi muda bekerja saat ini dan di masa depan. Tantangan dan kesempatan yang muncul perlu diimbangi dengan kebijakan yang menjamin kesejahteraan pekerja muda, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Dengan cara ini, teknologi bisa digunakan sebagai alat yang memperkuat potensi generasi muda, bukan sebaliknya.
Adapun tantangan pada teknologi dalam mempengaruhi pekerja anak muda yaitu Automasi dan Hilangnya Pekerjaan Tradisional
Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika menggantikan pekerjaan manual atau berulang yang sebelumnya dilakukan manusia. Hal ini menyebabkan berkurangnya peluang kerja di sektor tradisional seperti manufaktur, perbankan, atau ritel.
Teknologi memungkinkan pekerjaan dilakukan di mana saja dan kapan saja, yang dapat meningkatkan produktivitas tetapi juga menyebabkan kelelahan karena kurangnya batasan kerja. manajemen waktu dan keseimbangan hidup.
Teknologi memfasilitasi pertumbuhan ekonomi gig (freelance), di mana banyak pekerja muda bekerja tanpa jaminan stabilitas pekerjaan atau perlindungan sosial.
Diversifikasi pendapatan mengajarkan keterampilan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan untuk mengelola risiko ketidakpastian pendapatan.
*Oleh: Fani Fiqriatus Solehah, mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.





