Manusia selalu menemukan hal-hal baru dalam hidup dan kehidupannya karena manusia selalu tumbuh dan berkembang. Salah satu perkembangan yang paling fenomenal sekarang adalah munculnya teknologi-teknologi yang dapat memudahkan pekerjaan manusia yang lebih hebat dari yang selama ini dan penggunaan internet secara maksimal. Berkenaan dengan ini, Prof. Klaus Schwab, menyebut bahwa manusia telah memasuki babak baru yaitu era Fourth Industrial Revolution, disingkat menjadi 4IR.
Dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution, yang telah dialihkan bahasakan oleh Farah Diena dan Andi Tarigan, Klaus menyebutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 ini terjadi karena terobosan-terobosan baru di bidang teknologi yang meliputi kecerdasan buatan atau robotic, internet satu untuk semua, teknologi nirkabel generasi kelima, dan masih banyak lainnya yang pada dasarnya berkaitan dengan teknologi dan internet.
Keadaan ini telah memaksa negara-negara untuk beradaptasi dan membentuk ulang dirinya dengan cara berkolaborasi dengan teknologi-teknologi tersebut. Menyambut periode ini, negara kita telah mengonsepkan ‘Making Indonesia 4.0’ pada April 2018 lalu melalui Kementerian Perindustriannya. Konsep tersebut akan menjadi pedoman bagaimana langkah Indonesia ke depan meskipun masih perlu penjelasan dan konsep turunan yang lebih lanjut.
Lalu apa masalahnya? Klaus, pendiri sekaligus Ketua Eksekutif World Economic Forum itu menjelaskan bahwa tidak lama lagi pekerjaan manusia lebih banyak dilakukan oleh teknologi-teknologi dan kecanggihan lainnya yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Atau dengan kata lain, nanti akan semakin berkurangnya otot manusia dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu. Astrid Savitri dalam bukunya Revolusi Industri 4.0 Mengubah Tantangan Menjadi Peluang di Era Disrupsi 4.0 mengatakan bahwa kecerdasa buatan itu akan menggusur manusia dari pekerjaannya dan memunculkan pertanyaan tentang hubungan manusia dan mesin.
Meskipun negara telah menciptakan suatu konsep dalam menjawab tantangan revolusi, namun, konsep itu tampak ringkas sehingga memang perlu uraian lebih lanjut, bahkan setiap kita yang ingin bergerak menyesuaikan diri di era 4IR meski membuat strategi masing-masing agar tidak ketinggalan dan kesusahan di masa depan, termasuk para kader-kader HMI.
Sayangnya, belum banyak yang tahu soal revolusi keempat ini bahkan ada yang belum tertarik mengkajinya. Pemuda saat ini, sebagai orang yang akan paling terkena imbasnya, mesti sudah memulai memahaminya dari sekarang. Kekuatan individu kita di masa mendatang tergantung dari seberapa besar kita melihat dan memahami 4IR sedini mungkin.
Kita sulit membayangkan bonus demografi yang akan diterima negara Indonesia ke depan malah seiring dengan revolusi industri yang memangkas banyak lapangan pekerjaan. Dengan kata lain, di satu sisi jumlah usia produktif bertambah banyak di satu sisi lapangan pekerjaan menghilang. Ini mengartikan medan perjuangan yang semakin menyempit akan diisi oleh petempur yang membludak jumlahnya.
Kini, revolusi ini tidak dapat kita bendung, bahkan untuk mengundurnya apalagi untuk mengatakan stop jangan masuk ke Indonesia. Kita hanya perlu mencari atau menambah skil baru agar eksistensi pribadi kita tetap relevan. Lagipun, revolusi ini masih menyisakan berbagai plusnya bagi kita semua. Di samping lenyapnya bidang pekerjaan yang ada ternyata revolusi ini juga menciptakan lapangan kerja baru yang tentu juga dengan skil baru yang dibutuhkan. Sebagaimana pepatah mengatakan patah tumbuh hilang berganti. Tak ada yang benar-benar menghilang. Pekerjaan hanya berevolusi menjadi wajah dan bentuk lain.
Salah satu dari wajah baru itu adalah pekerjaan conten creator creative. Yaitu, profesi yang membutuhkan keterampilan teknologi dan pemanfaatan internet serta ide-ide yang menarik perhatian banyak orang. Ide yang menarik atau kreatifitas menjadi kata kunci dan daya jual dari ketiga unsurnya. Ketiadaan kreatifitas sama halnya dengan orang yang bermain gitar yang handal menggunakan tangan kirinya untuk menekan kunci namun kaku menggoyangkan tangan kanannya sehingga tidak bisa menciptakan model-model irama.
Sebagaimana kita ketahui bahwa cord yang sama bisa menghasilkan genre musik yang berbeda, semua tergantung gaya memetiknya. Esok, bakal banyak orang yang pandai menggunakan coreldraw, photoshop dan aplikasi desain sejenis, tetapi ide da kreatifitas tadi yang membedakan satu orang dengan yang lainnya. Meskipun sama-sama bisa memainkan aplikasi tetapi orang yang memiliki kemampuan berbagai ide akan mendapatkan nilai lebih. Semakin banyak ide dan kreatif seseorang, semakin diperlukanlah ia.
Organisasi HMI yang salah satunya bertujuan untuk membina kader menjadi para ‘pencipta’ tentu tidak boleh kehilangan sesuatu atau objek ciptaan. Kualitas insan pencipta harus tetap ada mengikuti zaman meskipun revolusi industri telah mencapai pada angka 4.0. Karena objek ciptaan tak pernah habis. Oleh karena itu, kader HMI harus jeli melihat sasaran-sasaran ciptaan dan memanfaatkan teknologi dan internet sebagai teman kreatifitasnya.
Selain sebagai agen pencipta, HMI juga berperan sebagai organisasi perjuangan. Dari ini, kader HMI juga harus merevolusi strategi perjuangannya dari yang biasa berjuang mengkader, audiensi, demo, budaya intelektual dan lain sebagainya, yang dulunya semua itu dilakukan secara manual, offline dan konvensional, kini menjadi perjuangan yang melibatkan atau memanfaatkan teknologi dan internet, tanpa mengosongkan perjuangan secara offline. Salah satu HMI dalam menjawab kemajuan teknologi adalah dengan mengikutsertakan teknologi dan internet dalam setiap gerak-geriknya.
Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) sebagai badan otonom yang sejak semula telah dibentuk untuk menjadi penyokong tercapainya tujuan HMI, mesti ada di setiap cabang-cabang HMI di seluruh Indonesia. Bagi penulis, lembaga pers adalah wadah yang tepat untuk mengembangkan ide dan kreatifitas baik dalam bentuk tulisan maupun gambar dan video. Ketiga bentuk karya ini mesti menjadi sesuatu yang dekat dengan kader-kader HMI. Dan, LAPMI adalah sebagai wadahnya. Wassalam.
*Oleh: Fitrah Al Sidiq/ Anggota HMI Cabang Padang.







