Di balik banyaknya pemberitaan kerusakan lingkungan, terlebih penggundulan hutan, ada pesona hutan jati tanpa daun. Bukan karena gugurnya daun saat kemarau atau rontoknya daun karena derasnya hujan, melainkan usia jati yang telah usai. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri lantaran menyuguhkan pesona jati yang apik.
Matahari tampak cerah menyinari pepohonan. Celah-celah hamparan sinar cahaya menambah gagahnya pohon jati yang tak berdaun. Mata tak henti-hentinya dibuat takjub pesona ciptaan Tuhan.
Banyaknya pepohonan jati yang menjulang tinggi dan tersusun tak teratur tapi rapi membuat mata betah berlama-lama menatapnya. Ditambah pemandangan perkebunan singkong yang mengelilingi hutan jati menjadikannya semakin eksotis. Hembusan angin yang menggoyangkan dedaunan di bawah pohon jati mewujudkan suasana asri nan sejuk, meski sedikit kering. Pepohonan lain di sekitar jati melambai-lambai seirama dengan tiupan angin yang datang.
Batang jati pun kini menjulang ke langit meski tak diiringi dedaunan di sekelilingnya. Langit cerah dan awan biru tampak tersenyum ceria menyaksikan keindahan hutan jati. Antara pepohonan dan langit pun menyatu dengan perpaduan yang cukup indah.
Tak lengkap rasanya bila mana hanya memandanginya tanpa tahu dimana lokasinya. Nahh, Hutan jati ini bisa kamu temui di Kecamatan Japah. Pesona hutan jati yang berada di kawasan Sumberejo, Kecamatan Japah, Blora tampak indah untuk dikunjungi ketika pagi atau sore hari saat senja. Hal ini lantaran mata pengunjung dimanjakan gradasi warna langit berpadu nuansa gundul hutan jati.
Nahh buat kalian yang suka travelling dan bingung pergi jauh lantaran distop polisi karena pandemi ditambah masih banyak tempat wisata yang masih ditutup. Kamu bisa lho berkunjung ke hutan jati gundul yang ada di kawasan Japah ini. Cocok buat kalian yang suka berfoto dan mengabadikannya di media sosial. Selain itu, buat kalian yang pencinta alam bisa juga mendirikan tenda dan camping di kawasan hutan. Pastinya aman lantaran hutannya selalu dijaga oleh petugas Perhutani. Buat pasangan yang ingin melaksanakan pre wedding yang bernuansa alam, hutan jati juga cocok untuk merekam jejak berharga tersebut.
Kearifan lokalnya sangat terasa. Sepanjang perjalanan kita akan berjumpa mulai dari petugas Perhutani, petani yang sedang berkebun, pencari rumput, adapula yang menggembala sapi ataupun kambing. Tak heran kawasan hutan ini ramai orang. Hal ini lantaran, kebanyakan hutan di sana dijadikan persil ( ladang untuk berkebun petani) sehingga di sekeliling pepohonan banyak ditanami singkong dan jagung oleh para petani.
Bagi warga Blora, tak perlu jauh-jauh keluar kota kalau di kota sendiri ada wisata menarik untuk dikunjungi. Lokasinya pun strategis, yaitu berada di pinggiran desa, tidak begitu jauh masuk kawasan hutan kurang lebih 400 m dari jalan desa. Bahkan kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk memasuki hutan jati gundul karena memang gratis. Tapi yang perlu diingat ketika berada di hutan jangan sampai meninggalkan sampah lantaran dapat merusak lingkungan.
Untuk menuju ke Lokasi hutan jati gundul, kamu bisa memulai perjalanan dari Alun-alun Blora menuju barat hingga ke terminal Ngawen. Jarak antara Alun-alun Blora ke Ngawen kurang lebih 20 km. Jika kamu dari arah Grobogan, kamu bisa memulai perjalanan dari perbatasan Grobogan-Kunduran ke timur kurang lebih 15 km ke arah Ngawen.
Dari terminal Ngawen ke utara menuju kecamatan Japah. Sesampainya di Masjid Besar Nurul Huda Japah yang letaknya di barat dari pasar Japah, lalu belok ke kanan menuju arah Kalinanas. Sesampainya di pertigaan Karangori Bogem, belok kanan dua kali dan lurus hingga sampai di dukuh Karanggeneng Sumberejo. Sesampainya di Karanggeneng menjumpai pertigaan yang ada rondannya, belok kiri dan lurus hingga sampai ke Hutan. Perjalanan bisa kamu tempuh dari Ngawen sekitar 30 menit dari lokasi. Jika kamu merasa kesulitan mencari lokasi hutannya, kamu bisa menanyakan ke warga setempat. Pasti disambut dengan ramah.
Kearifan Blora yang alami seperti hutan ini akan semakin dihargai –di mata masyarakat Indonesia secara umum- apabila warga kotanya bangga dan melestarikannya. Cara sederhana dan terbaik bagi kita, kaum muda, untuk melestarikan kearifan Blora adalah mengunjungi berbagai objek keindahan sebagai wisata di dalam kota. Dengan catatan penting menjaga keseimbangan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau tindakan-tindakan lain yang merusak hutan.
Oleh : Yuana







