Ramadhan tahun ini segera tiba. Kedatangan bulan Ramadhan umat Islam tentu akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur. Sebab Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang bertakwa. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang muslim dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Ramadhan.
Pertama, persiapan fisik (jasadiyah) yaitu menjaga kesehatan. Kondisi fisik yang sehat dan kuat di bulan Ramadhan sangat penting. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik. Sebaliknya apabila sakit, ibadahnya terganggu. Meyambut Ramadhan harus menjaga kesehatan dan stamina dengan cara menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, olah raga dan istirahat cukup. Termasuk persiapan fisik adalah membersihkan lingkungan, membersihkan rumah, menata ruangan agar rapi, menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai agar suasana rumah nyaman. Menyelenggarakan tarhib Ramadhan, yaitu mengumpulkan kaum muslimin di masjid atau di tempat lain untuk diberi pengarahan tentang puasa Ramadhan ibadah lainnya yang terkait dengan Ramadhan, juga sangat dianjurkan. Menuntaskan puasa tahun lalu juga keharusan apabila ada puasa yang terutang karena halangan syar’i, termasuk bagi perempuan apabila ada puasa yang terutang karena menstruasi. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah menunda-nunda kewajiban.
Kedua, persiapan intelektual (fikriyah) untuk menambah pemahaman tentang fiqh puasa. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: ”Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari pernyataan di atas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”. Suatu amal perbuatan tanpa dilandasi ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada kebaikannya. Hanya dengan ilmu dapat mengetahui cara berpuasa yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. Ilmu juga sangat diperlukan dalam segala urusan. Menjelang Ramadhan sudah sepatutnya untuk banyak membaca buku fiqhus shiyam (fikih puasa), ataupun mendatangi tempat-tempat pengajian yang membahas tema puasa dan ibadah-ibadah terkait.
Ketiga, persiapan spiritual (rukhiyah). Persiapan adalah mempersiapkan lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya sesuai yang dicontohkan Rasulullah Saw. Termasuk persiapan spiritual adalah berdoa kepada Allah Swt, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafusshalih. Mereka berdoa kepada Allah Swt dengan sungguh-sungguh agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya mereka berdoa agar puasanya diterima Allah Swt, karena berjumpa dengan bulan ini merupakan nikmat yang besar. Persiapan spiritual merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya untuk memetik manfaat sepenuhnya dari ibadah puasa. Penyucian jiwa (tazkiayatun nafs) dengan berbagai amal ibadah dapat melahirkan keikhlasan, kesabaran, ketawakkalan, dan menapaki jenjang ibadah yang berkualitas.
Keempat, persiapan finansial (maliyah). Pada bulan Ramadhan setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, shadaqah, ifthar (memberi buka orang lain yang berpuasa) dan mengeluarkan zakat jika belum dikeluarkan. Sebaiknya dibuat sebuah agenda keuangan yang mengalokasikan dana untuk zakat, shadaqah, infaq serta memberi ifhtar. Moment Ramadhan merupakan moment yang paling tepat dan utama untuk menyalurkan ibadah maliah. Termasuk dalam persiapan maliah adalah agar tidak memikirkan beban ekonomi keluarga selama Ramadhan, karena biasanya harga barang kebutuhan naik.
*Dikutip dari berbagai sumber.
Oleh: Dr. Al Hamzani, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal





