Psikologi Agama: Pengertian, Fungsi, dan Ruang Lingkup

Psikologi Agama: Pengertian, Fungsi, dan Ruang Lingkup

Bahasan mengenai Psikologi Agama sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru muncul belakangan ini seperti pandemi Covid-19. Artinya, Psikologi Agama sudah lama muncul, bahkan sudah menjadi disiplin ilmu tersendiri yang kajiannya juga sudah merebak. Namun demikian, masih banyak orang yang belum mengetahui materi dasar mengenai Psikologi Agama.

Untuk itulah, berikut penulis akan menguraikan beberapa poin penting mengenai Psikologi Agama. Semoga apa yang penulis sajikan berikut ini dapat membantu peminat kajian Islamic Studies, terutama yang fokus pada aspek psikologi.

Apa itu psikologi?

Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, funsi mental dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Sedangkan apa fungsi dari Psikologi sebagai kajian ilmu ilmiah?

Fungsi dari psikologi sebagai kajian ilmu ilmiah memili empat fungsi, sebagai berikut :
  1. Description, menggambarkan atau bisa juga dinamakan dengan classifiying, pengklasifikasian secara khas berdasarkan catatan rinci dari pengamatan ilmiah, Fungsi pertama psikologi ini bertujuan untuk menggambarkan cara-cara yang berbeda dari tingkah laku manusia. Misalnya, menggambarkan tingkah laku dan proses mental austic anak-anak, seperti, sulitnya belajar bahasa.
  2. Understand (memahami) or explain (menjelaskan), caranya yaitu dengan mengidentifikasi sebab-sebab yang mengakibatkan efek-efek tertentu. Dalam fungsi kedua ini, akan melibatkan penyusunan fakta yang perlu diketahui tentang prilaku, mendapatkan wawasan tentang hubungan dan diamati, dan beberapa prinsip-prinsip dan model yang akan menjelaskan prilaku sosial.
  3. Prediction (prediksi), setelah mampu menggambarkan serta kemudian memahami atau menjelaskan selanjutnya adalah memprediksi. Tujuan fungsi ini adalah mampu memprediksi bagaimana manusia akan berprilaku dalam beberapa situasi, Lebih jelasnya, prediksi mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil dari prediksi berupa prognosa, prediksi, atau estimasi.
  4. Sejatinya, kontrol hanya mengacu pada pengendalian kondisi yang mempengaruhi perilaku berubah. Misalnya,jika seorang psikolog klinik membantu seseorang mengatasi rasa takut yang sangat dari laba-laba, maka kontrol yang terlibat untuk melakukan pengendalian rasa takut tersebut. Jadi, tujuan control yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan dan perwujudannya berupa  yang tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.
Lantas,  apa yang dimaksud dengan psikologi agama?

Psikologi Agama  merupakan cabang ilmu psikologi yang meneliti dan mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan pengaruh keyakinan terhadap agama yang dianutnya serta dalam kaitannya dengan pengaruh usia masing-masing.

Apa perbedaan psikologi biasa dengan psikologi agama ? psikologi agama upaya untuk mempelajari tingkah laku keagamaan tersebut dilakukan melalui pendekatan Psikologi. Tegasnya psikologi agama mempelajari dan meneliti fungsi-fungsi jiwa yang memantul dan memperlihatkan diri dalam prilaku dan kaitannya dengan kesadaran dan pengalaman agama manusia.

Apa saja ruang lingkup dari psikologi Agama?
  1. Kegiatan ibadah seseorang, meliputi ubudiyah dan maumalah.
  2. Gerakan-gerakan kemasyarakatan yang muncul dari masyarakat yang beragama.
  3. Budaya-budaya yang ada dalam masyarakat, akibat pengalaman agama.
  4. Suasana keagamaan dalam lingkungan hidup, seiring dengan kesadaran beragama yang ada dalam masyarakat.
Kajian psikologi agama meliputi apa saja?

Menurut  Prof. Dr. Zakiah Darajat kajian psikologi agama terdiri dari lima macam yakni:

  1. Bermacam-macam emosi yang menjalar di luar kesadaran yang ikut menyertai kehidupan beragama orang biasa (umum), seperti rasa lega, dan tentram sehabis sembahyang, rasa lepas dari ketegangan batin sesudah berdoa atau membaca ayat-ayat suci, perasaan tenang, pasrah dan menyerah setelah berzikir dan ingat kepada Allah ketika mengalami kesedihan dan kekecewaan yang bersangkutan.
  2. Bagaimana perasaan dan pengalaman seseorang secara individual terhadap tuhannya, misalnya rasa tentram dan kelegaan batin.
  3. Mempelajari, meneliti, dan menganalisis pengaruh kepercayaan akan adanya hidup sesudah mati (akhirat) pada tiap-tiap orang.
  4. Meneliti dan mempelajari kesadaran dan perasaan orang terhadap sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan.
  5. Meneliti dan mempelajari bagaimana pengaruh penghayatan seseorang terhadap ayat-ayat suci kelegaan batinnya.
Lalu metode apa saja yang di gunakan saat melakukan penelitian?
  1. Dokumen pribadi
  2. Kuisioner dan wawancara
  3. Tes
  4. Eksperimen
  5. Observasi melalui pendekatan sosiologi dan antropologi
  6. Pendekatan terhadap perkembangan
  7. Metode klinis dan proyektivitas
  8. Metode umum proyektivitas
  9. Apersepsi nomotatik
  10. Studi kasus
  11. Survei

Jadi dapat di simpulkan bahwa psikologi agama adalah cabang dari psikologi akan tetapi psikologi agama lebih menekankan tentang mental keagamaan seseorang atau individu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *